Kunjungi Balai Bahasa Provinsi NTB, Pusdatin Kemendikdasmen Sosialisasikan Aplikasi Melia dan Evaluasi Jaringan Intra Kementerian (JIK)

Mataram, 21 Mei 2026--Balai Bahasa Provinsi NTB menerima kunjungan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kemendikdasmen di Ruang Bayan yang di hadiri oleh Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi NTB, Diah Rachma Yudita. Tim Pusdatin yang hadir, yaitu Edhy Tua Ginulywan, Priyo Triwahadian, Kamiliya Ishma Cucu Alisa, Nidhea Sitaresmi, Talintin Kusumanigrum, dan Veronika Doralina Pandiangan. Kedatangan Tim Pusdatin kali ini untuk melakukan sosialisasi dan simulasi teknis mengenai penggunaan aplikasi Melia serta melakukan evaluasi berkala terhadap Jaringan Intra Kementerian (JIK). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan satu pintu dan penguatan infrastruktur digital di lingkungan kementerian.

?Aplikasi ini menggantikan proses manual yang sebelumnya dinilai membingungkan para operator dalam hal koordinasi dan monitoring. Berbeda dengan asumsi umum, layanan pengaduan di dalam Melia tidak menggunakan bot pintar, melainkan ditangani langsung oleh agen manusia demi memastikan akurasi solusi, meskipun pengguna harus mengantre karena volume laporan yang tinggi.

Kepala Subbagian Umum, Diah Rachma Yudita menyampaikan bahwa Balai Nahasa Provinsi NTB menyambut baik kedatangan tim Pusdatin dalam kegiatan sosialisasi dan simulasi teknis aplikasi Melia sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kualitas layanan, pengelolaan data, dan tata kelola administrasi yang lebih efektif di lingkungan satuan kerja.

Kamiliya Ishma Cucu Alisa menjelaskan bahwa dalam applikasi Melia terdapat pembagian laporan menjadi beberapa kategori utama, yaitu Permintaan Layanan (Request), seperti pembuatan akun baru, riset kata sandi (password), integrasi TTE (Tanda Tangan Elektronik), hingga pengajuan subdomain. Pengajuan ini memerlukan dokumen administratif berupa Nota Dinas dan Lampiran Formulir spesifik. Selain menyosialisasikan aplikasi Melia, Pusdatin bersama tim terkait juga melakukan pemantauan lapangan langsung mengenai pemanfaatan infrastruktur JIK. Evaluasi tahunan ini berfokus pada pemeriksaan kegunaan 4 Access Point tambahan yang dipasang tahun lalu di beberapa titik krusial, termasuk kantin, ruang pertemuan, dan area lobi.
?
Tim teknis juga menguji keandalan fitur dual-homing (servis work homing), sebuah sistem cadangan yang memastikan bahwa apabila jalur koneksi utama mengalami pemutusan atau mati, jaringan digital kementerian akan secara otomatis dialihkan ke jalur BKH tanpa mengganggu jalannya operasional. Melalui integrasi sistem satu pintu Melia dan optimalisasi jaringan JIK ini, Pusdatin berkomitmen memberikan transparansi proses, kepastian lini masa, serta keamanan digital yang lebih solid bagi seluruh instansi di bawah kementerian.