Balai Bahasa Provinsi NTB Turun ke Sekolah-Sekolah di Sumbawa, Kenalkan UKBI

Sumbawa, 22 Mei 2026—Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah IV Sumbawa pada Rabu pagi, 20 Mei 2026, tak hanya dipenuhi kepala sekolah dan guru. Di ruangan itu, percakapan tentang mutu pendidikan beralih pada satu hal yang kerap dianggap selesai, padahal belum benar-benar tuntas: kecakapan berbahasa Indonesia.

Balai Bahasa Provinsi NTB menggelar Diseminasi dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan itu diikuti 23 sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat di Kabupaten Sumbawa. Pelaksanaan dibagi di dua lokasi: Aula KCD Cabang IV Sumbawa untuk peserta SMA/SMK sederajat dan Aula SMPN 1 Sumbawa untuk peserta SD dan SMP sederajat.

Peserta yang hadir bukan hanya guru bahasa Indonesia. Kepala sekolah, guru lintas mata pelajaran, hingga unsur dinas pendidikan ikut memenuhi ruangan. Mereka datang dengan satu kesadaran yang sama: mutu literasi tidak hanya ditentukan siswa, melainkan juga kapasitas bahasa para pendidiknya.

Kepala Cabang Dinas DIKPORA IV Sumbawa, Junaidi, dalam sambutannya menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat kualitas pendidikan di daerah. Menurutnya, penguatan literasi harus dibangun melalui kerja bersama antara pemerintah daerah, sekolah, dan Balai Bahasa Provinsi NTB.

“Kami sangat mengapresiasi positif kegiatan ini. Kami juga mengharapkan kerja sama antara Balai Bahasa Provinsi NTB dan para kepala sekolah, guru, serta dinas berjalan dengan baik,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Kasman, narasumber kegiatan. Ia menilai kemampuan berbahasa Indonesia guru masih perlu terus diperkuat, terutama di tengah tuntutan pembelajaran yang kini berbasis literasi. “Para guru harus memiliki kecakapan dalam penguasaan bahasa Indonesia. Salah satu caranya adalah melakukan tes UKBI bagi guru,” katanya.

Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni sosialisasi. Sehari setelah pembukaan, tim Balai Bahasa Provinsi NTB bergerak ke sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa. Pada 21 Mei 2026, kegiatan berlangsung di SMPN 1 Sumbawa, SMPN 4 Sumbawa, SDN Kerato, dan SDN 2 Sumbawa. Sehari berikutnya, kegiatan berlanjut di SDN 1 Sumbawa, SMAN 2 Sumbawa, serta SMP IT Samawa Cendikia. Rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup pada 23 Mei 2026 di SMPN 3 Sumbawa.

Di setiap sekolah, kegiatan tidak hanya berupa pengenalan UKBI Adaptif. Balai Bahasa Provinsi NTB juga memberikan penyuluhan kebahasaan yang membahas penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam ruang pendidikan. Materi itu ditujukan untuk memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, hingga siswa.

Bagi Balai Bahasa Provinsi NTB, UKBI bukan sekadar alat ukur kemampuan berbahasa. Tes ini dipandang sebagai pintu masuk untuk membangun budaya literasi yang lebih kuat di sekolah. Sebab di ruang kelas, bahasa bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga medium berpikir. Dari Sumbawa, upaya itu sedang dimulai kembali.