Peduli Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Luncurkan Inovasi

Lombok Barat, 3 Juni 2026—Sebagai upaya memperkuat kualitas pembelajaran literasi dan numerasi di lingkungan pendidikan dasar, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat meluncurkan inovasi AKSI PELITA (Peduli Etika, Literasi, Numerasi, dan Antipernikahan Dini). Inovasi ini bertujuan untuk menguatkan literasi dan numerasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara berkelanjutan. Selain itu, melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga mendukung penuh pembelajaran berbasis gugus yang telah diterapkan oleh guru dan tenaga pendidik di Kabupaten Lombok Barat.

Peluncuran inovasi yang dilaksanakan di SDN 1 Jembatan Kembar ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha. Dalam kegiatan ini hadir secara langsung Wakil Direktur Bidang Ekosistem Pendidikan dan Manajemen Subnasional, INOVASI, Perwakilan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kementerian Agama, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, Plt. Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan tamu undangan lainnya dari organisasi perangkat daerah Kabupaten Lombok Barat. Secara daring, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah hadir melalui Zoom Meeting.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Arief Nuradhi Herutomo menyampaikan bahwa inovasi ini menggunakan pendekatan berbasis data, kolaborasi, dan berkelanjutan. Adapun strategi implementasi dari inovasi ini adalah dengan melibatkan 20 gugus di Kabupaten Lombok Barat yang menjadi prioritas dalam hal literasi dan numerasi. Melalui gugus-gugus tersebut, praktik baik pembelajaran akan disebarluaskan kembali ke berbagai sekolah. Dalam pelaksanaannya, telah ditetapkan _piloting_ terhadap 37 sekolah prioritas yang memiliki kesenjangan capaian belajar dan rapor pendidikan yang belum optimal untuk mengetahui kebermanfaatan dari inovasi ini. Dengan begitu, intervensi menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada siswa.

Di kesempatan yang sama, Wakil Direktur Bidang Ekosistem Pendidikan dan Manajemen Subnasional, INOVASI, Handoko Widagdo fokus membahas pentingnya numerasi yang dinilai sangat kompleks. Menurutnya, ada tiga hal yang sangat berpengaruh pada pembelajaran numerasi, yaitu interkasi guru dengan siswa, kompetensi guru, dan kompetensi siswa yang berhubungan dengan cara mengajar guru. Handoko mengungkapkan bahwa siswa yang merasa nyaman dan tidak takut belajar, dapat dipastikan hasil kompetensi numerasinya akan berbeda. Kebanyakan siswa yang gagal belajar Matematika disebabkan karena guru yang galak atau membuat siswa takut untuk belajar. Oleh karena itu, asesmen ini dianggap penting untuk melihat proses interaksi guru dengan siswa dan menuntut guru untuk memperbaiki cara mengajar dengan desain yang lebih menarik.

Selanjutnya, Hj. Nurul Adha memberikan sambutan sekaligus meluncurkan inovasi secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas kolaborasi berbagai pihak atas munculnya inovasi ini sebagai bentuk aksi dan kerja nyata dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Lombok Barat. Ia berharap agar asesmen tidak hanya dilakukan terbatas, tetapi dapat dilaksanakan secara menyeluruh kepada guru dan siswa di Kabupaten Lombok Barat sehingga dapat diketahui kompetensi guru yang ada untuk dapat dilakukan perubahan. Menurutnya, tidak bisa perubahan dilakukan kepada siswa jika tidak ada perubahan pada guru. Hj. Nurul Adha berharap dengan aksi hari ini dapat menjadikan siswa memiliki kemampuan literasi yang baik dan numerasi yang andal. Selain itu, ia juga berharap nilai Rata-rata Lama Sekolah pada 2025 dapat meningkat. “Kita punya target meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah, tidak hanya tugas guru, tetapi juga tugas wali siswa, tidak hanya tugas sekolah, tetapi juga tugas lingkungan,” ungkapnya.

Selain peluncuran AKSI PELITA, dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wirman Kasmayadi juga meluncurkan _learning management system_ (LMS) yang diberi nama _Besiru_ (Berajah Bareng Semesta Guru). Melalui platform ini, BGTK mengembangkan media sebagai wadah belajar guru secara daring. Di dalamnya, guru dapat mengakses berbagai bahan belajar yang dibutuhkan. Platform LMS ini juga terintegrasi langsung dengan AKSI PELITA. Guru dapat mendapatkan rekomendasi langsung berdasarkan hasil asesmen numerasi pada AKSI PELITA untuk menganalisis dan memenuhi kebutuhan guru dalam penguatan kompetensi. _Besiru_ tumbuh menjadi ruang kolaborasi bagi guru, selain dapat memanfaatkan bahan belajar di dalamnya, guru juga dapat menambah dan berbagi praktik baik yang dilaksanakan di sekolah ke dalam platform ini. Selain mendukung guru di sekolah, platform ini juga turut mendukung guru di madrasah untuk dimanfaatkana secara luas dan dapat berdampak baik bagi hasil belajar siswa.

Dalam kesempatan ini, para siswa, guru, dan pengawas juga berbagi pengalaman, manfaat, dan kendala yang dihadapi dalam menggunakan inovasi AKSI PELITA. Seluruh penerima manfaat merasakan dampak baik yang sangat besar dalam memetakan kompetensi siswa dalam penguatan kompetensi. Siswa dapat mengetahui secara langsung hasil berdasarkan asesmen dan mendapatkan rekomendasi yang relevan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuannya. Setelah rangkaian kegiatan terlaksana, para tamu undangan melihat dan mengamati galeri belajar yang dihasilkan dari proses pembelajaran guru dan siswa di kelas dengan menerapkan pembelajaran mendalam di sekolah yang berasal dari berbagai gugus yang ada di Kabupaten Lombok Barat.

Dalam penerapan inovasi ini, semua aktivitas dilaksanakan berdasarkan pembelajaran mendalam sebagai bentuk penerapan pengetahuan dalam konteks nyata melalui proses belajar yang menyenangkan. Melalui asesmen numerasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memajukan pendidikan khususnya di Kabupaten Lombok Barat dan mewujudkan generasi muda yang lebih baik dan cerdas. Dengan begitu, peningkatan sumber daya manusia khususnya peserta didik menjadi lebih optimal.