Program Jempol Balai Bahasa Provinsi NTB Perluas Kolaborasi dengan BPSDM, Universitas Mataram, dan MGMP Lombok Tengah

Mataram, 4 Juni 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperluas jejaring kerja sama melalui Program Jemput Bola (Jempol) Layanan Kebahasaan dan Kesastraan. Setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai gerbang masuk kerja sama dengan pemerintah daerah, kali ini Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB bersama Tim Jempol menyasar sejumlah mitra strategis, yakni Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi NTB, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Mataram, Rektorat Universitas Mataram, dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Tengah.

Kunjungan pertama dilakukan ke BPSDM Daerah Provinsi NTB. Tim Jempol diterima langsung oleh Kepala BPSDM Daerah Provinsi NTB, Fathurrahman. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, menyampaikan maksud kedatangan tim untuk mengintegrasikan berbagai program kebahasaan yang dimiliki Balai Bahasa dengan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh BPSDM.

Arie menjelaskan bahwa Balai Bahasa Provinsi NTB memiliki sumber daya yang dapat mendukung peningkatan kompetensi aparatur sipil negara, di antaranya melalui materi tata naskah dinas, Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI), serta bahasa hukum dan perundang-undangan. Menurutnya, para penyuluh bahasa yang dimiliki Balai Bahasa siap berkontribusi sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan yang dilaksanakan oleh BPSDM.

Menanggapi hal tersebut, Fathurrahman menyambut baik peluang kolaborasi yang ditawarkan. Ia menyatakan kesiapan BPSDM untuk membuka ruang bagi Balai Bahasa dalam berbagai kegiatan pengembangan kompetensi aparatur.

“Tinggal nanti kita bicarakan polanya seperti apa. Selanjutnya, mungkin dapat kita diskusikan materi dan kurikulumnya. Mungkin widyaiswara kami juga bisa diberi pelatihan untuk dapat meningkatkan kompetensi dalam bidang kebahasaan,” ujarnya.

Dari BPSDM, Tim Jempol melanjutkan kunjungan ke Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Mataram. Pertemuan tersebut difokuskan pada koordinasi pelaksanaan program PKBI bagi mahasiswa. Sebelumnya, Balai Bahasa Provinsi NTB dan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia telah menjalin kolaborasi melalui keterlibatan staf Balai Bahasa sebagai narasumber dalam kegiatan kemahasiswaan.

Dalam pertemuan itu disepakati bahwa program PKBI akan diberikan kepada mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Selain membahas pelaksanaan PKBI, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Saharudin, juga mengemukakan berbagai peluang kerja sama lain yang dapat dikembangkan bersama Balai Bahasa Provinsi NTB. Beberapa di antaranya adalah pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), asistensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), penguatan program literasi, magang mahasiswa, hingga penelitian bersama, khususnya dalam bidang filologi.

Kunjungan berikutnya dilakukan ke Rektorat Universitas Mataram. Tim Jempol bertemu dengan Tim Kerja Sama Universitas Mataram untuk membahas kemungkinan kolaborasi yang lebih luas di tingkat universitas. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Kerja Sama Universitas Mataram, Yanti, memaparkan sejumlah program yang memiliki keterkaitan erat dengan bidang kebahasaan. “Selain dengan FKIP, kami juga menyarankan kolaborasi dilakukan dengan Pusat Bahasa. Misalnya, program BIPA, tes TOEFL, dan kursus bahasa yang menjadi layanan Pusat Bahasa. Selain itu, penelitian bersama juga bisa dilakukan,” jelasnya.

Tim Jempol menilai berbagai peluang tersebut sangat potensial untuk direalisasikan. Salah satu program yang dinilai memiliki prospek besar adalah pelaksanaan UKBI secara kolektif di lingkungan Universitas Mataram. Selama ini, pelaksanaan UKBI di kampus tersebut belum pernah dilakukan secara terintegrasi dalam skala besar sehingga kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal penguatan kompetensi berbahasa Indonesia di kalangan sivitas akademika.

Rangkaian kunjungan koordinasi kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Lombok Tengah. Di daerah tersebut, Tim Jempol bertemu dengan sejumlah perwakilan MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Tengah yang telah berkumpul untuk menyambut kedatangan tim. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan fokus pembahasan pada pelaksanaan program PKBI dan UKBI bagi guru-guru Bahasa Indonesia. Melalui diskusi yang dilakukan, disepakati bahwa kegiatan PKBI dan UKBI akan dilaksanakan pada pertengahan bulan ini. Program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus memperkuat budaya berbahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pendidikan.

Melalui Program Jempol, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus berupaya mendekatkan layanan kebahasaan dan kesastraan kepada berbagai pemangku kepentingan. Kunjungan koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas sinergi dengan lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas pendidikan guna mendukung peningkatan mutu kebahasaan dan literasi di Nusa Tenggara Barat.