200 Siswa SMA/MA Ikuti Lokakarya Penulisan Esai dalam Rangka Krida Duta Bahasa Tahun 2026
Mataram, 13 Juni 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Lokakarya Penulisan Esai dalam Rangka Krida Duta Bahasa Generasi Muda Terbina Tahun 2026 pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Aula Wijaya Kusuma, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB. Kegiatan ini diikuti oleh 200 siswa dari sepuluh sekolah menengah atas dan madrasah aliyah yang sebelumnya telah mendapatkan sosialisasi program Krida Duta Bahasa, yaitu SMAN 2 Mataram, SMAN 4 Mataram, SMAN 6 Mataram, SMAN 7 Mataram, SMAN 8 Mataram, MAN 1 Mataram, MAN 2 Mataram, MAN 3 Mataram, SMA Model Nurul Jannah, dan SMA NW Mataram.
Dalam laporan panitia, Arum Dwi Setia Ningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pembinaan generasi muda sebagai pengguna bahasa Indonesia yang berkarakter, sadar, dan bangga berbahasa Indonesia. Selain itu, Krida Duta Bahasa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi generasi muda dalam berbahasa Indonesia secara nyata dan terukur, terutama melalui keterampilan menulis esai. Lokakarya ini juga dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan menyusun esai yang baik dan benar. Di tengah perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan yang semakin pesat, Krida Duta Bahasa Tahun 2026 diharapkan mampu membentuk generasi muda yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung proses berpikir dan berkarya.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, Samsul Hadi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan menulis sebagai sarana menyampaikan gagasan dan perspektif terhadap berbagai persoalan. “Bahasa itu sangat penting. Banyak orang memiliki pemikiran yang hebat, tetapi tidak mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan. Karena itu, penulisan esai menjadi salah satu jalan untuk mengomunikasikan gagasan, pandangan, dan solusi kepada masyarakat secara kritis dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kegiatan dimulai dengan materi dari Arie Andrasyah Isa. Dalam sambutan dan materinya, Arie Andrasyah Isa menjelaskan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia bagi siswa SMA/sederajat sebagai bagian dari penguatan jati diri bangsa dan peningkatan kualitas pendidikan. Ia menegaskan bahwa penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 yang mewajibkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam seluruh jenjang pendidikan. Arie juga memaparkan Trilogi Kebijakan Bahasa, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing secara seimbang. Implementasinya diwujudkan melalui penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan belajar mengajar, penulisan karya ilmiah, administrasi sekolah, serta berbagai forum resmi. Menurutnya, kebijakan ini bertujuan menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, meningkatkan kemampuan literasi dan berpikir kritis, serta membentuk siswa sebagai agen perubahan yang mampu menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Narasumber selanjutnya, Ahmad Sirulhaq, menyampaikan materi bertajuk Teknik Penulisan Esai. Dalam paparannya, ia menjelaskan perbedaan mendasar antara artikel opini dan esai, serta langkah-langkah menyusun esai yang kuat dan argumentatif. Peserta diperkenalkan pada teknik membangun pembuka (hook) yang menarik, mempersempit topik yang masih umum menjadi fokus yang lebih spesifik melalui riset yang memadai, menyusun kerangka tulisan secara logis, serta merumuskan tesis yang jelas, spesifik, dan dapat diperdebatkan. Ahmad Sirulhaq juga menguraikan pentingnya menyusun paragraf dengan struktur MEAL (Main Idea, Evidence, Analysis, Link), mengolah data dan referensi menjadi analisis yang kritis, serta menjaga kohesi dan koherensi antarkalimat dan antarparagraf agar alur gagasan tetap runtut dan mudah dipahami. Ia menekankan bahwa esai yang baik tidak hanya bertumpu pada banyaknya data, melainkan pada kemampuan penulis mengolah dan menafsirkan data tersebut menjadi argumen yang bernas, reflektif, dan meyakinkan.
Narasumber berikutnya, Baiq Olvy Dwi Aryani, Meri Septiani, dan Toni Syamsul Hidayat secara berurutan menyampaikan materi yang berfokus pada aspek kebahasaan dalam penulisan esai. Baiq Olvy menekankan pentingnya penguasaan ejaan sesuai EYD V, mencakup penggunaan huruf kapital, kata baku, tanda baca, unsur serapan, serta penulisan kata depan, partikel, dan imbuhan. Sementara itu, Meri Septiani membahas bentuk dan pilihan kata, mulai dari penggunaan kata dasar dan kata bentukan hingga pemilihan diksi yang tepat agar tulisan menjadi jelas, efektif, dan mudah dipahami pembaca.
Pada sesi selanjutnya, Toni Syamsul Hidayat menjelaskan pentingnya penyusunan kalimat yang efektif sebagai fondasi sebuah esai yang komunikatif. Ia mengulas berbagai kesalahan umum dalam penulisan, seperti penggunaan kata baku yang keliru, campur kode, kesalahan tanda baca, serta struktur kalimat yang kurang tepat. Secara keseluruhan, ketiga materi tersebut saling melengkapi dalam membekali peserta dengan pemahaman tentang ejaan, pilihan kata, dan penyusunan kalimat sehingga mampu menghasilkan esai yang runtut, sesuai kaidah bahasa Indonesia, dan mampu menyampaikan gagasan secara jelas serta meyakinkan.
Narasumber selanjutnya, M. Rozi Fatwa Ilham, menyampaikan materi tentang Warnasari Duta Bahasa. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Warnasari merupakan konsep yang menggambarkan keragaman peran, karya, dan kontribusi Duta Bahasa dalam masyarakat. Rozi menerangkan bahwa Duta Bahasa tidak hanya berperan sebagai representasi Balai Bahasa dalam mempromosikan kebahasaan dan kesastraan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif menggerakkan berbagai program literasi, pengembangan masyarakat, pembinaan bahasa, serta penguatan jejaring dan kolaborasi di kalangan generasi muda. Ia juga memaparkan berbagai program yang dijalankan Ikatan Duta Bahasa Provinsi NTB, mulai dari kegiatan literasi, pelatihan, pengabdian masyarakat, hingga kampanye kebahasaan melalui media digital. .
Setelah kegiatan Lokakarya Penulisan Esai dalam Rangka Krida Duta Bahasa Krida Duta Bahasa bagi Generasi Muda Terbina Tahun 2026 ini terlaksana, nantinya akan dipilih 10 esai terbaik yang akan dikirimkan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB dan nantinya 10 esai ini akan melaju ke tingkat nasional dan akan dipilih 5 karya esai terbaik dan 50 karya terbaik untuk diterbitkan menjadi kumpulan esai dalam bentuk digital.