Balai Bahasa Provinsi NTB Bekali Kontingen SMAN 1 Selong Sebelum Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional 2026

Mataram, 17 Juni 2026 — Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan kegiatan Pembinaan Peserta Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional Tahun 2026 pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan kontingen Provinsi NTB yang akan berlaga pada Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional Tahun 2026.


Peserta pembinaan adalah Tim Musikalisasi Puisi SMAN 1 Selong yang berhasil meraih Juara I pada Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026. Pembinaan dilaksanakan selama satu hari dengan menghadirkan tiga narasumber yang sebelumnya juga merupakan juri Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi NTB.
Materi pertama disampaikan oleh Kiki Sulistyo, penyair yang dikenal secara nasional, dengan topik “Penafsiran Puisi”. Dalam sesi ini, peserta diajak kembali memahami makna, suasana, dan hal-hal tersembunyi yang terkandung dalam puisi wajib dan pilihan sebagai dasar utama dalam proses musikalisasi. Pemahaman yang mendalam terhadap teks puisi dinilai penting agar penampilan yang disajikan tidak hanya menarik secara musikal, tetapi juga mampu menyampaikan ruh dan makna puisi kepada penonton. Sebaliknya, ia mengatakan tafsir puisi dalam musikalisasi puisi tidak dapat dilihat dari makna, tetapi juga struktur. “Tafsir puisi bukan hanya tafsir makna, tetapi juga tafsir komposisi,” ujarnya. Ia kemudian mengevaluasi dan kembali berdiskusi terkait penafsiran yang sebelumnya telah dituliskan oleh SMAN 1 Selong saat pengumpulan karya.

Selanjutnya, Agus Wintarno memberikan pembinaan mengenai “Visualisasi Musikalisasi Puisi”. Materi ini menekankan pentingnya aspek visual dalam pertunjukan, mulai dari penguasaan panggung, ekspresi, gerak, hingga penyajian artistik yang mendukung penyampaian puisi secara utuh. Peserta memperoleh berbagai masukan untuk meningkatkan kualitas penampilan sehingga lebih komunikatif dan memikat audiens. Menurut Winsa, begitu ia biasa disapa, musikalisasi puisi merupakan keutuhan dari kandungan makna puisi, keharmonisan musik, dinamika, penampilan, serta visual.
Materi terakhir disampaikan oleh Pantjoro Sumarsa dengan topik “Instrumen dan Aransemen dalam Musikalisasi Puisi”. Pada sesi ini, peserta mendapatkan arahan terkait pemilihan instrumen, pengolahan komposisi musik, serta penyusunan aransemen yang selaras dengan karakter puisi. Narasumber juga memberikan evaluasi terhadap penampilan tim sebagai bahan penyempurnaan menjelang kompetisi tingkat nasional. Ia menekankan pentingnya peserta melatih tempo dengan metronome.
Selain menjadi ajang pembinaan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penyerahan hadiah Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026. Hadiah diserahkan kepada para pemenang, yaitu Juara I SMAN 1 Selong, Juara II SMAN 2 Mataram, Juara III SMAK Kesuma Mataram, dan Juara IV SMAN 5 Mataram. Penyerahan hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas, kerja keras, dan dedikasi para peserta dalam mengembangkan seni musikalisasi puisi di NTB.


Melalui kegiatan pembinaan ini, Balai Bahasa Provinsi NTB berharap wakil daerah dapat tampil secara optimal dan membawa prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pembinaan intensif juga menjadi bagian dari komitmen Balai Bahasa dalam meningkatkan kualitas apresiasi sastra di kalangan generasi muda sekaligus memperkuat ekosistem musikalisasi puisi di Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan pembinaan akan berlanjut pada Kamis, 18 Juni 2026, dengan peserta Tim Musikalisasi Puisi SMAN 2 Mataram selaku Juara II tingkat provinsi. Pembinaan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kemampuan peserta dan memperluas kesempatan pembelajaran bagi para pelajar yang aktif dalam pengembangan sastra dan seni pertunjukan di NTB.