Hadiri Peluncuran Buku Muatan Lokal Bahasa Sasak, Balai Bahasa Provinsi NTB Dukung Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah
Lombok Tengah, 24 Juni 2026--Balai Bahasa Provinsi NTB menghadiri undangan Peluncuran Buku Muatan Lokal "Berajah Base Sasak" sekaligus Seminar Pendidikan Penguatan Identitas Budaya Sasak Melalui Pendekatan Pembelajaran di Kabupaten Lombok Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah. Ni Made Yudiastini (Widyabasa Ahli Muda) berkesempatan hadir mewakili Balai Bahasa Provinsi NTB. Sebagai perwakilan balai, ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam upaya pelestarian bahasa daerah dan penguatan pendidikan berbasasi bahasa dan budaya.
Kegiatan ini digelar dalam rangka pelestarian bahasa Ibu bagi generasi muda. Kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, guru SD se-Kabupaten Lombok Tengah, Ketua PGRI Lombok Tengah, Para Pengawas Guru SD, Wakil Kepala Penerbit Airlangga Wilayah Nusra, dan para narasumber kegiatan. Sambutan pertama oleh Wakil Ketua Penerbit Airlangga M. Zainudin, kedua oleh Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Idham Khalid, dan berikutnya sambutan Wakil Bupati Lombok Tengah H.M. Nursiah yang sekaligus membuka acara secara resmi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah menekankan pentingnya memperkenalkan bahasa Sasak sejak dini agar identitas budaya daerah tidak terkikis zaman. Pendekatan pembelajaran mendalam dinilai tepat untuk membuat pembelajaran bahasa Ibu lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa SD. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan bahasa Ibu, identitas, dan budaya Sasak bagi generasi muda di Kabupaten Lombok Tengah melalui buku "Berajah Base Sasak. Guru diharapkan punya bahan ajar yang kuat untuk menanamkan rasa bangga berbahasa daerah sekaligus menguatkan karakter peserta didik. Peluncuran buku ini menjadi langkah nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, PGRI, penerbit buku, dan tenaga pendidik dalam menjaga warisan budaya Lombok.