Jejak Bahasa Daerah Lombok Utara Dihimpun, Balai Bahasa Perkaya Korpus untuk Pelestarian Bahasa
Lombok Utara, 26 Juni 2026 — Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Pengumpulan Data Korpus Bahasa Daerah di Kabupaten Lombok Utara pada 23—26 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkaya korpus bahasa daerah melalui penghimpunan berbagai jenis teks yang merepresentasikan kekayaan bahasa dan budaya masyarakat Lombok Utara.
Pada hari pertama, tim pengumpulan data mengawali kegiatan dengan mengunjungi Perpustakaan Daerah Kabupaten Lombok Utara. Kunjungan tersebut bertujuan menelusuri koleksi teks berbahasa daerah yang tersimpan di perpustakaan sebagai sumber data korpus. Informasi mengenai koleksi naskah dan dokumen berbahasa daerah diharapkan dapat memperluas cakupan data yang akan dihimpun.
Masih pada hari yang sama, tim melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi narasumber pertama, Raden Suta Gede. Dari hasil wawancara, tim memperoleh berbagai data kebahasaan serta naskah yang selama ini didokumentasikan oleh narasumber. Data tersebut menjadi salah satu sumber penting dalam penyusunan korpus bahasa daerah karena memuat penggunaan bahasa dalam berbagai konteks.
Pada hari berikutnya, tim bertemu dengan narasumber kedua, Imam Safwan, untuk menghimpun data dari naskah film dan lagu yang telah ia ciptakan. Ragam teks tersebut memberikan gambaran penggunaan bahasa daerah dalam karya kreatif yang berkembang di tengah masyarakat.
Pengumpulan data kemudian dilanjutkan kepada narasumber ketiga, Nursida Syam. Dari narasumber ini, tim memperoleh korpus berupa teks cerpen dan puisi yang memperkaya variasi data sastra dalam bahasa daerah.
Selain menghimpun data dari para narasumber, tim juga melakukan penelusuran terhadap berbagai sumber lain yang berpotensi menjadi bagian dari korpus bahasa daerah. Penelusuran ini dilakukan untuk memastikan data yang terkumpul semakin beragam, baik dari sisi jenis teks maupun ragam penggunaan bahasa.
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat dokumentasi bahasa daerah sebagai fondasi pengembangan korpus yang komprehensif. Korpus tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk penelitian, penyusunan bahan ajar, pengembangan teknologi kebahasaan, serta berbagai upaya pelindungan dan pelestarian bahasa daerah di Nusa Tenggara Barat.