Dari Dongeng hingga Bekayat, Balai Bahasa Provinsi NTB Kumpulkan Data untuk Korpus Bahasa Sasak
Lombok Tengah, 26 Juni 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil menyelesaikan kegiatan Pengumpulan Data Korpus Bahasa Daerah yang dilaksanakan selama empat hari, yakni pada 23—26 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengumpulan 150.000 token berbahasa Sasak yang dilakukan di dua wilayah, yaitu Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Utara. Dari target tersebut, tim yang bertugas di Kabupaten Lombok Tengah berhasil mengumpulkan sekitar 75.000 token berbahasa Sasak yang akan dimanfaatkan dalam pengembangan korpus bahasa daerah.
Pada hari pertama, tim melakukan pengumpulan data di Desa Bonjeruk dengan Yuyun Setiawati sebagai narasumber. Berdasarkan kegiatan tersebut, tim memperoleh data berupa naskah dongeng dan rekaman mendongeng dalam bahasa Sasak.
Pada hari kedua, tim mengunjungi Lalu Imam Sadikin selaku narasumber berikutnya. Dalam kunjungan tersebut, tim memperoleh berbagai data berupa naskah drama dan film berbahasa Sasak yang diproduseri oleh Lalu Imam Sadikin. Setelah itu, tim melanjutkan pengumpulan data ke Desa Darmaji dan bertemu dengan Syahirul Alim, seorang sutradara teater dan film berbahasa Sasak.
Pada hari ketiga, tim menuju Desa Pelambik untuk menemui Awaludin. Melalui narasumber tersebut, tim memperoleh data berupa teks dongeng dalam buku muatan lokal serta rekaman bekayat dalam bahasa Sasak yang semakin memperkaya ragam data korpus yang dikumpulkan.
Sementara itu, pada hari terakhir, tim melakukan penelusuran bahan pustaka di Dinas Perpustakaan Lombok Tengah untuk mencari buku-buku berbahasa Sasak. Setelah itu, tim menemui Lalu Muhammad Gitan Prahana guna memperoleh tambahan data berupa lirik lagu berbahasa Sasak.
Berbagai data yang berhasil dihimpun selama kegiatan mencakup teks sastra, naskah drama, naskah film, cerita rakyat, rekaman tuturan, hingga bahan pustaka berbahasa Sasak. Data tersebut selanjutnya akan diolah menjadi korpus bahasa daerah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pengembangan bahasa berbasis teknologi.