Penguatan Literasi dan Etika Komunikasi Digital Warnai MPLS SMAN 6 Mataram
Mataram, 15 Juli 2026--Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 6 Mataram diisi dengan program edukatif bertajuk Program Jempol yang menghadirkan narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Toni Samsul Hidayat. Kegiatan ini mengangkat tema “Literasi dan Etika Berkomunikasi di Media Digital” yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya penggunaan bahasa yang santun dan bertanggung jawab di ruang digital.
Dalam pemaparannya, Toni Samsul Hidayat menekankan bahwa media digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman terhadap etika komunikasi menjadi hal yang sangat penting agar interaksi di dunia maya tidak menimbulkan konflik, kesalahpahaman, maupun permusuhan.Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama di media digital adalah penggunaan bahasa yang tidak sopan, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, serta maraknya cyberbullying di kalangan remaja. Kurangnya kesadaran terhadap dampak hukum dan jejak digital juga menjadi perhatian serius yang harus dipahami oleh para pelajar.
Lebih lanjut, Toni memaparkan bahwa etika komunikasi mencakup norma dan aturan dalam menyampaikan pesan, seperti menjunjung tinggi sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, serta menghargai orang lain. Dalam praktiknya, komunikasi yang baik di media digital ditandai dengan penggunaan bahasa yang santun, tidak menghina, tidak menyebarkan keburukan, serta menghargai perbedaan.
Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran etika di dunia digital dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan psikologis, rusaknya hubungan sosial, hingga masalah hukum. Bahkan, jejak digital yang buruk dapat berdampak panjang terhadap masa depan seseorang.
Sebagai solusi, peserta didik diajak untuk menerapkan prinsip-prinsip literasi digital, seperti berpikir sebelum memposting atau berkomentar, memastikan kebenaran informasi, menggunakan bahasa yang baik, serta menghormati privasi orang lain. Literasi digital juga mencakup kemampuan memahami, menilai, dan memverifikasi informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa baru SMAN 6 Mataram. Melalui Program Jempol ini, diharapkan para peserta didik mampu menjadi generasi yang cerdas, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi di era digital.
Dengan adanya kegiatan ini, SMAN 6 Mataram menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki etika dan literasi digital yang baik dalam kehidupan sehari-hari.