Temu Pendidik Nusantara XIII: Sinergikan Program Literasi dan Kecakapan Berbahasa untuk Kompetensi Pendidik
Mataram, 18 Juli 2026--Di era pendidikan saat ini, salah satu konsentrasi materi pembelajaran untuk murid adalah kecakapan digital. Materi ini merupakan salah satu pembelajaran yang membutuhkan kompetensi literasi dan kecakapan berbahasa. Untuk itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, berpartisipasi aktif menjadi narasumber dalam kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII yang dilaksanakan di Aula Wisma Disiplin, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB. Dengan tema "Sinergi Berkelanjutan Pendidikan untuk NTB Mendunia", kegiatan ini merupakan agenda besar yang mempersatukan para pendidik untuk memberikan kontribusi bagi sistem pendidikan di NTB.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB menyampaikan materi "Literasi dan Kecakapan Berbahasa pada Sesi Bincang Pendidikan "Sinergi Berkelanjutan untuk Pendidikan".Ia memaparkan berbagai program dukungan kompetensi literasi bagi siswa, mulai dari peningkatan kompetensi membaca cepat dan membaca kritis. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai tolok ukur kemampuan berbahasa, terutama bagi para guru. Guru sebagai tenaga pendidik harus mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Indonesianya sebagai bekal dasar untuk memberikan pemahaman kepada murid.
"Kami sudah melaksanakan berbagai program literasi untuk siswa. Muaranya pada kenaikan nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA). Program membaca cepat untuk siswa SMP merupakan salah satu upaya, termasuk peningkatan membaca kritis bagi siswa SMA. Forum-forum kegiatan yang ada di kami juga bisa dimanfaatkan bersama. Kami mencoba mendorong indeks literasi melalui inovasi Benar-Benar Membaca, Membaca Benar-Benar (BBM-MBB) dan Mandalika-Desa Wisata Literasi (Mandalika-Dewisali). Literasi membaca bisa ditingkatkan juga melalui dorongan peningkatan program UKBI."Intervensi melalui program UKBI menyasar siswa dan guru," terang Arie menekankan program layanan Balai Bahasa Provinsi NTB.
Hartanto selaku pengampu layanan UKBI Balai Bahasa Provinsi NTB yang hadir pada kegiatan ini turut menambahkan bahwa saat ini Balai Bahasa Provinsi NTB memiliki layanan jemput bola (jempol). Layanan jempol berfokus pada keaktifan Balai Bahasa Provinsi NTB dalam memberikan pelayanan kebahasaan dan kesastraan kepada pengguna layanan secara aktif. "Kami memiliki layanan jempol untuk memastikan pemanfaatan layanan informasi kebahasaan dan kesastraan. Inovasi ini digagas oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB dengan harapan bahwa layanan kebahasaan dan kesastraan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat dan penguatan keaktifan tugas dan fungsi instansi," jelasnya menambahkan. Ia juga memaparkan Laporan Data Penguji UKBI Triwulan I dan II 2026.
Kegiatan ini mendapat atensi dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, Syamsul Hadi.Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa di tengah-tengah arus globalisasi, kemajuan teknologi dan digitalisasi, hal yang diperkirakan terjadi 10 tahun ke depan ternyata terjadi lebih cepat dari perkiraan semula. Untuk itu, rancangan yang konkret dari para pendidik harus cepat dituntaskan. Berdasarkan data, indeks literasi di NTB fluktuatif. Tahun lalu berwarna hijau, tahun ini berwarna kuning. Berdasarkan metodologi, fluktuasi seperti itu menunjukkan tidak adanya intervensi karena jika intervensi kuat maka data makin baik. Data ini selaras dengan data hasil TKA di semua jenjang. Hal ini tentu menjadi tantangan kita.
"Saya mengajak semua pendidik untuk melakukan perbaikan. Saya melihat Rapor Pendidikan. Salah satu rekomendasi adalah murid diminta membeli buku sastra, artinya rekan guru dari jurusan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang lebih mengetahui dan dari segi pandangan bahwa sastra mengajak kita untuk mengolah cara berpikir.Untuk itu, saya berencana betul-betul konsen terhadap peningkatan literasi. Saya telah berdiskusi dengan Kepala Balai Bahasa bahwa kami akan melakukan fokus peningkatan literasi numerasi di sekolah," jelas Syamsul Hadi.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pengalaman pembelajaran anak menentukan keberhasilan masa depan anak untuk berprestasi maka yang perlu diupayakan adalah mendorong anak untuk membuat satu karya. Karya tersebut akan menjadi pengalaman pembelajaran terbaik bagi anak. Hal ini juga mendorong kemampuan literasi seorang anak. Apalagi jika karya literasi tersebut dibukukan atau didokumentasikan dalam bentuk cetak, saya yakin hal tersebut menjadi satu kebanggaan. Pengalaman kecil inilah yang membekas pada diri anak dan menjadi motivasi dalam diri anak untuk berprestasi dan mewujudkan cita-citanya.Pada kegiatan ini hadir juga narasumber, yaitu perwakilan Kepala BGTK Provinsi NTB, Ari Dahfidh (Widyaiswara) yang menyampaikan materi "Pendidikan Bermutu untuk Semua", Kepala Baznas Provinsi NTB, Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan materi "Ikhtiar Baznas Mewujudkan Kolaborasi Kewargaan Desa Dunia", dan Lalu Fauzan Adi (dokter spesialis subonkologi) menyampaikan materi "Kesehatan Guru Pondasi Pendidikan Bermutu". Di hadapan 100 peserta pendidik se-NTB, para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengawal pendidikan di NTB.