Audiensi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur: Konsistensi Dukungan Program Pelindungan Bahasa Sasak

Mataram, 21 Juli 2026--Salah satu program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu pelindungan bahasa daerah telah konsisten dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi NTB sejak tahun 2022. Pada implementasinya, Balai Bahasa Provinsi NTB berkolaborasi dengan semua unsur pemerintah kabupaten/kota di NTB, salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Konsistensi dukungan terhadap program pelindungan bahasa daerah ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Hari ini, Selasa (21/7), Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa berkesempatan menerima audiensi Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, Abdul Hayyi bersama tiga orang staf. Bertempat di Ruang Anjani, diskusi mengarah kepada konsultasi pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Lombok Timur dan pemanfaatan modul pembelajaran bahasa Sasak yang telah disusun oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Mengenai hal tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB menyampaikan bahwa program pelindungan bahasa daerah dengan lunvak acara pada pelaksanaan FTBI ini sudah berlangsung lama dan masyarakat mempunyai antusiasme yang tinggi. "Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari pihak dinas yang memberikan konsistensi dukungan penuh kepada kami. Kami akui memang ada penyesuaian mekanisme kegiatan FTBI berkaitan dengan ketersediaan anggaran. Jika memungkinkan, kita juga bisa berkolaborasi dalam hal anggaran pelaksanaan kegiatan," aku Arie saat memberikan menerima audiensi.

Hal ini tentunya menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk terus menguatkan komitmen dalam upaya menyukseskan program pelindungan bahasa daerah di NTB. Mengenai hal tersebut, Abdul Hayyi yang baru menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur berharap bahwa program FTBI dapat terus dipertahankan. Menurutnya, program ini sukses memacu semangat sekolah dalam menggiatkan pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah. Berdasarkan data dan informasi yang ia terima, Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu kabupaten yang meraih penghargaan dari menteri di awal program ini berlangsung. Semngat itu yang kini terus diupayakan dalam dukungan implementasi pelindungan bahasa Sasak di Kabupaten Lombok Timur.

Ia menuturkan bahwa audiensi hari ini untuk mendiskusikan beberapa hal, mulai dari penentuan juknis FTBI 2026, pemanfaatan modul bahan ajar bahasa Sasak, dan informasi awal mengenai jadwal FTBI Tingkat Provinsi NTB. "Kami akan melaksanakan FTBI Tingkat Kecamatan terlebih dahulu dengan rencana awal bulan Agustus ini. Kami akan bersurat ke berbagai kecamatan di Kabupaten Lombok Timur sebagai pemberitahuan awal. Untuk itu, kami membutuhkan informasi juknis pelaksanaan FTBI 2026, terutama terkait dengan penentuan tema dan mekanisme FTBI lainnya. Kami juga mengapresiasi pelaksanaan FTBI Tingkat Provinsi NTB yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB dengan kegiatan yang begitu semarak dan mampu mengajak partisipasi aktif peserta," jelas Abdul Hayyi saat mengutarakan maksud dan tujuan audiensi hari ini.

Pada kesempatan yang sama, Gilang Aryo Damar selaku anggota Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra yang hadir pada audiensi ini menjelaskan bahwa rencana FTBI dilaksanakan pada minggu ketiga Oktober, yaitu tanggal 21-23 Oktober 2026. Akan tetapi, jadwal belum pasti karena untuk sementara akan ada Kongres Bahasa Sasak yang direncanakan tanggal 28--30 Oktober 2026. "Kami akan memgecek kembali jadwal terlebih dahulu apakah tetap di tanggal tersebut atai tidak. Kalaupun ada jadwal mundur, kemungkinan tidak akan terlalu jauh dari jadwal semula. Untuk juknis kemungkinan tidak akan jauh berbeda juga dengan juknis FTBI tahun 2025. Nanti, biasanya akan ada zoom taklimat juknis yang melibatkan seluruh unsur dinas, sekolah, penyelenggara, dan peserta," terang Gilang menjelaskan.

Kedua pihak berkomitmen untuk saling memguatkan peran dam dukungan dalam pelestarian bahasa daerah melalui berbagai kegiatan bersama. Sinergi program tidak hanya fokus pelaksanaan FTBI, tetapi juga dengan memperkuat implementasi pemanfaatan modul pembelajaran bahasa Sasak di lingkup satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur.