Balai Bahasa Provinsi NTB Perdana Gelar Layanan Kamus Masuk Sekolah di SDN 31 Mataram 

Mataram, 22 Juli 2026—Sebagai bentuk komitmen Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menggalakkan layanan Jemput Bola kepada masyarakat dan mitra, hari ini Tim Kerja Perkamusan dan Peristilahan perdana melaksanakan layanan Kamus Masuk Sekolah (KMS). Sekolah yang menjadi sasaran pertama dari kegiatan KMS adalah SDN 31 Mataram. Sebanyak 28 siswa kelas V dan VI mendapatkan pengenalan tentang Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Hasim Asyari, Kepala SDN 31 Mataram menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia merasa kegiatan ini perlu untuk terus dilakukan guna mendukung keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar bagi siswa. Dalam sambutannya, Hasim Asyari menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah memilih SDN 31 Mataram sebagai sekolah pertama yang dikunjungi. Ia juga meminta siswa untuk fokus mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

Pada pelaksanaan kegiatan tersebut, siswa mengikuti berbagai tahapan kegiatan dengan semangat. Kegiatan diawali dengan tes awal, siswa tampak serius mengerjakan setiap soal. Selanjutnya, siswa mengikuti berbagai kegiatan interaktif, mulai dari pengenalan jenis-jenis kamus, praktik mencari kosakata sulit dan maknanya dalam kamus cetak, hingga permainan edukatif yang mendorong siswa semakin akrab dengan penggunaan kamus. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung dengan suasana belajar yang menyenangkan. Kegiatan diakhiri dengan tes akhir untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap kamus yang telah diterima melalui penyampaian materi kontekstual. Melalui layanan ini, siswa tidak hanya diperkenalkan pada fungsi dan manfaat kamus, tetapi juga dibimbing untuk menggunakannya secara efektif dalam kegiatan belajar.

Kegiatan perdana ini menjadi langkah awal rangkaian layanan Kamus Masuk Sekolah yang akan terus menyasar sekolah jenjang SD dan SMP di Nusa Tenggara Barat. Diharapkan melalui kegiatan ini, kemampuan literasi peserta didik dapat meningkat, khususnya dalam penggunaan kamus sebagai sumber rujukan untuk memahami makna kata dan memperkaya kosakata.