Kamus Masuk Sekolah, Balai Bahasa Provinsi NTB Ajak Siswa SMPN 1 Mataram Mengenal Perkamusan
Mataram, 24 Juli 2026—Balai Bahasa Provinsi NTB terus memperluas layanan kebahasaan kepada masyarakat melalui program jemput bola (jempol). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kamus Masuk Sekolah yang dilaksanakan oleh Tim Kerja Perkamusan dan Peristilahan di SMPN 1 Mataram.
Kegiatan yang diikuti oleh 43 siswa kelas VIII ini bertujuan untuk memperkenalkan fungsi kamus, meningkatkan keterampilan menggunakan kamus secara tepat, serta menumbuhkan kesadaran pentingnya kosakata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang interaktif, para siswa diajak memahami manfaat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai sumber rujukan bahasa sekaligus sarana memperkaya perbendaharaan kata.
Program Kamus Masuk Sekolah merupakan bagian dari komitmen Balai Bahasa Provinsi NTB dalam menghadirkan layanan kebahasaan yang lebih dekat dengan masyarakat dan mitra. Dengan mendatangi langsung satuan pendidikan, Balai Bahasa Provinsi NTB berharap pemanfaatan kamus tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga membentuk budaya literasi bahasa di lingkungan sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 1 Mataram, Muhammad Taufik, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi layanan yang diberikan Balai Bahasa Provinsi NTB kepada sekolahnya. "Kami mengucapkan terima kasih atas layanan yang telah diberikan. Kegiatan ini dinilai dapat memberikan manfaat bagi siswa dalam meningkatkan kemampuan berbahasa sekaligus memperkenalkan pentingnya penggunaan kamus," ujar Muhammad Taufik. Ia juga menyampaikan harapannya agar kerja sama antara SMPN 1 Mataram dan Balai Bahasa Provinsi NTB dapat terus berlanjut melalui berbagai program kebahasaan dan kesastraan lainnya.
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang menjangkau masyarakat secara langsung. Program Kamus Masuk Sekolah diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan literasi kebahasaan sekaligus memperkuat budaya berbahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan generasi muda.