Perkuat Pemahaman Bahasa Samawa, Balai Bahasa Provinsi NTB Jemput Bola Memberikan Penyuluhan kepada Berbagai Kalangan
Mataram, 27 Juli 2028—Bahasa Samawa tidak hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Samawa juga merambah ke dunia sastra kontemporer dan tarik suara. Oleh karena itu, Tim Pelindungan Balai Bahasa Provinsi NTB memberi penyuluhan terkait penggunaan bahasa Samawa dalam karya fiksi.
Kegiatan dibuka langsung oleh Arie Andrasyah Isa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Melalui kegiatan ini kita berharap bahwa bahasa dan sastra Samawa tetap kuat, lestari, dan bermartabat. Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan Tim Kerja Pelindungan dengan skema jemput bola. Insyallah setiap bulan akan ada kegiatan seperti ini,” ungkapnya saat memberi sambutan.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Panre Satera, sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang sastra kontemporer dan tradisi di Sumbawa dan Sumbawa Barat. Peserta berasal dari latar belakang, seperti budyawan, sastrawan, guru, dan penulis berbahasa Samawa. Kasman, selaku penutur asli bahasa Samawa dan WIdyabasa Ahli Muda, memberikan materi mengenai penguatan bahasa Samawa. Materi diberikan terkait ditemukannya berbagai macam kesalahan penggunaan bahasa Samawa dalam karya fiksi.
Suharli, Ketua Panre Satera, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas inisiatif Balai Bahasa. Ia mengaku sering melihat belum matangnya penggunaan bahasa Samawa dalam proses kreatif dalam menciptakan karya sastra. Namun, ia belum bisa berbuat banyak mengenai hal tersebut.
Materi yang diberikan terkait varian bahasa Samawa, jenis-jenis bunyinya, hingga pembentukan kalimat. Kasman menekankan aspek dalam pembentukan kalimat karena menurutnya banyak sekali terjadi kesalahan yang dilakukan oleh para penulis bahasa Samawa. Para peserta menanggapi dengan positif kegiatan ini. Uleceny, seorang sastrawan Sumbawa, berharap agar kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan.