Balai Bahasa Provinsi NTB Hadirkan Layanan Jemput Bola di SMP Al-Hidayah melalui Program Kamus Masuk Sekolah dan Penerjemahan Buku Cerita Anak Dwibahasa

Lombok Tengah, 6 Agustus 2026--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menghadirkan layanan Jemput Bola (Jempol) dengan menyelenggarakan kegiatan Program Kamus Masuk Sekolah (KMS) dan layanan Program Penerjemahan Buku Cerita Anak Dwibahasa di SMP Al-Hidayah, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas permintaan layanan yang diajukan oleh SMP Al-Hidayah sebagai upaya meningkatkan literasi kebahasaan di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 23 siswa kelas IX SMP Al-Hidayah dan dilaksanakan oleh tim dari Perkamusan dan Peristilahan serta Tim Penerjemahan Balai Bahasa Provinsi NTB. Melalui layanan ini, peserta memperoleh pengenalan mengenai berbagai layanan kebahasaan yang dimiliki Balai Bahasa Provinsi NTB sekaligus mendapatkan pengalaman praktik dalam memanfaatkan sumber daya kebahasaan.

Pada sesi Program Kamus Masuk Sekolah, tim Perkamusan dan Peristilahan memberikan penjelasan mengenai fungsi kamus sebagai rujukan utama dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Peserta juga diperkenalkan dengan struktur entri kamus, cara membaca informasi dalam kamus, serta pentingnya membiasakan diri menggunakan kamus untuk memperkaya kosakata dan meningkatkan ketepatan berbahasa.

Agar materi lebih mudah dipahami, tim mengajak para siswa mengikuti simulasi pencarian kata menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi cetak.
Melalui kegiatan tersebut, siswa berlatih menemukan lema, memahami kelas kata, serta menafsirkan makna berdasarkan informasi yang terdapat dalam kamus. Suasana belajar berlangsung interaktif karena peserta terlibat langsung dalam praktik pencarian kata.

Pada waktu yang sama, Tim Penerjemahan memperkenalkan layanan penerjemahan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB. Tim menjelaskan berbagai bentuk layanan penerjemahan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta peran penerjemahan dalam memperluas akses terhadap pengetahuan dan mendukung pelestarian bahasa.

Peserta juga dikenalkan dengan koleksi buku cerita anak dwibahasa yang telah tersedia pada laman Penjaring. Tim menjelaskan bahwa buku-buku tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bacaan yang menarik bagi anak-anak sekaligus menjadi media untuk mengenalkan bahasa daerah dan bahasa Indonesia secara berdampingan. Kehadiran buku cerita dwibahasa diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sejak dini sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap kekayaan bahasa dan budaya daerah.

Kepala SMP Al-Hidayah, Zurriati, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan layanan Jemput Bola yang menghadirkan berbagai layanan kebahasaan secara langsung di sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi peserta didik sekaligus mendukung pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih kontekstual dan menarik.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh guru Bahasa Indonesia SMP Al-Hidayah, Alvin Alli. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa dan mampu memperkenalkan berbagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Selain itu, pihak sekolah menyatakan keinginan untuk terus berkoordinasi dengan Balai Bahasa Provinsi NTB agar dapat menghadirkan berbagai program dan layanan kebahasaan lainnya pada kesempatan mendatang.

Balai Bahasa Provinsi NTB melalui kegiatan layanan Jemput Bola terus berupaya mendekatkan berbagai layanan kebahasaan kepada masyarakat, khususnya satuan pendidikan. Program ini menjadi wujud komitmen Balai Bahasa Provinsi NTB dalam mendukung peningkatan literasi, pemartabatan bahasa Indonesia, serta pemanfaatan berbagai layanan kebahasaan yang tersedia bagi masyarakat luas.