Pelatihan Menulis Cerpen di Kabupaten Lombok Tengah, Wujud Nyata Penguatan Literasi Komunitas
Lombok Tengah, 9 Agustus 2026—Yayasan Literasi Ulul Azmi (Luaz) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Menulis Cerpen di Sekretariat Luaz Foundation, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dan menjadi bagian dari implementasi Program Peningkatan Kapasitas Penggerak Literasi Tahun 2026 yang didukung oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia .
Perwakilan Balai Bahasa Provinsi NTB, Toni Samsul Hidayat (Penerjemah Ahli Madya) yang hadir pada kegiatan ini mempresentasikan dukungan giat literasi yang dilakukan oleh komunitas. Balai Bahasa Provinsi NTB terus beekomitmen untuk mendorong upaya peningkatan literasi melalui kolaborasi antara Balai Babasa Provinsi NTB, pemerintah daerah, dan komunitas. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi Bantuan Pemerintah kepada Komunitas Literasi melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Program tersebut bertujuan memperkuat ekosistem literasi berbasis komunitas serta mendorong lahirnya generasi yang produktif dalam membaca dan menulis.
Kegiatan dihadiri oleh Bunda Literasi NTB (Sinta Agathia M. Iqbal), Bunda Literasi Lombok Tengah (Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri), Kepala Desa Penujak, dan perwakilan peserta pelatihan. Dalam sambutannya, Bunda Literasi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, menekankan pentingnya untuk terus meningkatkan minat baca dan tulis, khususnya di kalangan generasi muda. Ia menyampaikan bahwa dalam perspektif psikologi, kebiasaan menulis memiliki peran penting dalam membentuk perilaku individu. Menulis tidak hanya sebagai sarana ekspresi, tetapi juga dapat menjadi media refleksi diri yang membantu seseorang menghindari perilaku ofensif. Dengan demikian, terdapat korelasi antara kebiasaan menulis dan pembentukan perilaku sosial yang lebih positif. Sementara itu, sambutan Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB yang diwakili oleh Toni Samsul Hidayat menegaskan bahwa literasi saat ini tidak lagi dimaknai sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan mencakup kemampuan memahami, menafsirkan, dan mencipta makna dalam kehidupan sosial. Perspektif ini sejalan dengan pandangan UNESCO dan pemikiran Paulo Freire yang menempatkan literasi sebagai alat pembebasan dan transformasi sosial .
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan literasi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas. Balai Bahasa Provinsi NTB sendiri secara konsisten menghadirkan berbagai program literasi, seperti pembinaan lembaga, pelatihan penulisan kreatif, serta pendampingan komunitas di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Lombok Tengah. Pelatihan ini menghadirkan materi dasar penulisan cerpen, teknik menemukan ide dan konflik, serta praktik langsung menulis dan membedah karya peserta. Melalui pendekatan praktik dan pendampingan, peserta didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghasilkan karya nyata.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi titik awal tumbuhnya kebiasaan menulis di kalangan peserta. Dengan semangat kolaborasi dan dukungan berkelanjutan, Kabupaten Lombok Tengah diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan literasi di Nusa Tenggara Barat serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas literasi bangsa Indonesia secara keseluruhan.