Permintaan Layanan SMAN 1 Labuapi Disambut Balai Bahasa Provinsi NTB melalui Program Jemput Bola
Lombok Barat, 10 Agustus 2026—Antusiasme sekolah untuk meningkatkan kompetensi literasi dan kebahasaan peserta didik kembali mendapat respons dari Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melalui Layanan Jemput Bola (Jempol), Balai Bahasa Provinsi NTB menyelenggarakan Program Kamus Masuk Sekolah (KMS) dan Pembinaan Bahasa Hukum di SMAN 1 Labuapi.
Kegiatan yang berlangsung di Musala SMAN 1 Labuapi tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan layanan dari pihak sekolah. Sebanyak 99 siswa kelas XII mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Perkamusan dan Peristilahan bersama Tim Pembinaan dan Bahasa Hukum.
Sejak kegiatan dimulai, suasana berlangsung interaktif. Para siswa tampak aktif menyimak materi, berdiskusi, hingga mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia di era digital maupun pemanfaatan sumber-sumber rujukan kebahasaan.
Pada sesi pertama, Tim Pembinaan dan Bahasa Hukum menyampaikan materi "Literasi: Etika Berkomunikasi dan Bermedia Sosial." Materi tersebut mengajak peserta didik untuk memahami pentingnya menggunakan bahasa Indonesia yang santun, bertanggung jawab, dan sesuai kaidah ketika berinteraksi di ruang digital. Berbagai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja menjadi bahan diskusi sehingga peserta semakin memahami dampak penggunaan bahasa dalam membangun komunikasi yang sehat di media sosial.
Sesi kedua, Tim Perkamusan dan Peristilahan memperkenalkan berbagai produk leksikografi yang dikembangkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, mulai dari kamus, tesaurus, hingga ensiklopedia sastra. Melalui Program Kamus Masuk Sekolah, siswa tidak hanya dikenalkan pada fungsi masing-masing referensi tersebut, tetapi juga diajak mempraktikkan cara memanfaatkannya sebagai sumber belajar yang tepercaya untuk memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan mendukung kegiatan akademik.
Kepala SMAN 1 Labuapi, Jupri, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Balai Bahasa Provinsi NTB yang telah memberikan layanan langsung kepada peserta didik di sekolahnya. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi NTB, khususnya Tim Perkamusan dan Peristilahan serta Tim Pembinaan dan Bahasa Hukum, yang telah hadir memberikan pembinaan kepada siswa-siswi kami. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini," ujarnya.
Jupri juga berharap kerja sama antara SMAN 1 Labuapi dan Balai Bahasa Provinsi NTB dapat terus berlanjut melalui berbagai program lainnya. Menurutnya, sekolah berkomitmen untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), program-program literasi, serta berbagai layanan kebahasaan dan kesastraan lainnya yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB.
Balai Bahasa Provinsi NTB terus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kebahasaan dengan mendatangi langsung sekolah, instansi, dan komunitas yang membutuhkan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi, meningkatkan kecakapan berbahasa Indonesia, serta menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik di ruang nyata maupun di ruang digital.