Tim Pembinaan Balai Bahasa Provinsi NTB Bimbing Pegawai OPD Bawakan Acara
Mataram, 11 Agustus 2026-- Sekretaris Daerah Kota Mataram hadir langsung dalam kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia dalam Rangka Jemput Bola Layanan Kebahasaan dan Kesastraan. Secara khusus, materi yang diberikan kali ini berkaitan dengan penggunaan bahasa bagi pegawai OPD Kota Mataram.
Lalu Alwan Basri, Sekda Kota Mataram, mengatakan bahwa Kota Mataram adalah salah satu daerah yang sangat mendukung penggunaan bahasa negara. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan pada tahun 2024 sebagai Lembaga Pengguna Bahasa Negara di Ruang Publik dan Tata Naskah Dinas dari Balai Bahasa Provinsi NTB. Oleh karena itu, kerja sama terus dijalin hingga kini, salah satunya melalui penyampaian materi penguatan dokumen tulis dan tata bahasa lisan dalam mewara. "Apa yang disampaikan pada hari ini harus dapat segera diimplementasikan di instansi masing-masing," tuturnya.
Materi pertama dibuka oleh Toni Samsul Hidayat yang memberi pengantar terkait penggunaan bahasa dalam ucapan HUT RI. Baginya, ini momentum baik untuk menertibkan hal-hal dala peringatan besar. Materi pun dilanjutkan oleh Lentera Nurani Setra dalam tajuk "Penggunaan Bahasa bagi Pewara".
Lentera memulai materi dengan memberi poin-poin penting yang perlu diidentifikasi oleh pewara sebelum mewara, yakni bentuk kegiatan, target audiens, dan ragam bahasa yang perlu disesuaikan. "Bagaimanapun, ragam bahasa pewara adalah ragam lisan. Bentuknya pasti lebih fleksibel bila dibandingkan ragam tulis. Permakluman akan lebih banyak sebab tingkat spontanitas juga tinggi. Namun, terutama dalam ragam formal, kebaguan dan logika berbahasa juga penting diperhatikan," tegasnya.
Ia kemudian lebih berfokus pada bentuk dan pilihan kata yang dapat dirujuk oleh pewara. Menurutnya, pilihan kata yang tidak monoton, padat, dan logis adalah lunci. Oleh karena itu, pewara juga wajib memperbanyak variasi kosakata dengan cara menambah input baik, seperti membaca dan mendemgar informasi yang beragam.
Kegiatan berlangsung selama setengah hari. Pemateri selanjutnya ialah Rondiyah, yang menerangkan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia. Kegiatan ini akan diakhiri dengan pungujian UKBI pada tanggal 3 September 2026 untuk seluruh peserta.