Guru Bahasa Indonesia di Lombok Timur Tagih Balai Bahasa Provinsi Provinsi NTB Lakukan Sosialisasi Ejaan secara Menyeluruh
Lombok Timur, 12 Agustus 2026--MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan peningkatan kemahiran berbahasa bagi anggotanya. Kegiatan ini dilaksanakan setelah upaya Jemput Bola (Jempol) Layanan Kebahasaan dan Kesastraan dilakukan oleh tim UKBI Balai Bahasa Provinsi NTB. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Pringgasela dengan diikuti puluhan guru Bahasa Indonesia tingkat SMA di Lombok Timur.
Tiga orang staf Balai Bahasa menjadi narasumber kegiatan ini. Sebelum materi disampaikan, kegiatan terlebih dahulu dibuka oleh Kepala SMAN 1 Pringgasela, Taufik Fansuri, selaku tuan rumah. Taufik menyampaikan bahwa SMAN 1 Pringgasela sangat antusias menyambut kegiatan yang mampu meningkatkan kompetensi berbahasa pendidiknya. Dengan demikian, ia meyakini siswa akan mendapat input yang lebih banyak.
Selepas dibuka, sesi penyampaian materi segera dimulai. Materi pertama disampaikan oleh Rondiyah selaku tim UKBI. Ia menyampaikan tata cara pengerjaan soal UKBI, jumlah soal dan teknis pendaftaran, serta kendala-kendala yang sering terjadi. Beberapa soal turut dibahas untuk menggambarkan bentuk soal yang akan dihadapi peserta nantinya.
Lentera, Calon Penyuluh Balai Bahasa Provinsi NTB, menyampaikan materi Ejaan. Materi difokuskan pada perubahan yang terjadi dalam pedoman ejaan bahasa Indonesia, yaitu EYD V. Saat sebagian aturan ejaan telah disampaikan, peserta mengaku selama ini mengaku merasa ketinggalan informasi. Zaenul, salah satu peserta, mengatakan bahwa dahulu, sosialisasi perubahan ejaan disampaikan melalui program televisi dan radio. Saat ini, ia tidak tahu harus mengaksesnya di mana. "Kami seperti kehilangan informasi. Kami harap Balai Bahasa Provinsi NTB bisa memberi sosialisasi semacam ini dengan lebih sering," ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, penyuluhan dilakukan secara rutin, baik secara luring dan daring. Namun, staf menyadari bahwa keberagaman media penyampaian yang diakses oleh beragam masyarakat menjadi tantangan bagi penyuluh bahasa untuk melakukan pemerataan sosialisasi. Evaluasi dan variasi metode penyuluhan menjadi tugas berat yang perlu dipikirkan oleh tim. Salah satu langkah nyata yang saat ini dapat dilakukan adalab program Jemput Bola (Jempol) Layanan Kebahasaan dan Kesastraan yang salah satunya menyasar MGMP Bahasa Indonesia di berbagai daerah.
Selanjutnya, materi disampaikan oleh Kasman terkait Pembentukan dan Pemilihan Kata serta Kalimat. Kasman menyampaikan bahwa bahasa bersifat arbitrer dan dinamis. Oleh karena itu, ruang diskusi dibuka lebar bagi seluruh guru Bahasa Indonesia. Ia membuat materi lebih menyenangkan dengan dihadirkannya kuis interaktif. Kegiatan ini akan terus dilakukan dengan pembinaan secara daring melalui Zoom. Di akhir pembinaan, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) akan dilakukan sebagai apresiasi bagi seluruh guru.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Ketua Tim UKBI melakukan kunjungan pemantauan di dua sekolah penerima bantuan buku dari Kementerian Dasar dan Menengah. Dua sekolah yang dijadikan sasaran pemantauan adalah SDN 4 Jurit Baru dan SDN 1 Timbanuh. Buku telah diterima empat hari lalu, tetapi belum dipilah dan dipetakan pemanfaatannya. Arie Andrasyah Isa, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, meminta pihak sekopah segera menindaklanjuti bantuan ini dengan program pendukung literasi siswa.