Tingkatkan Kapasitas Penggerak Literasi Berbasis Cerita Rakyat, Balai Bahasa Provinsi NTB Apresiasi Kampoeng Baca Pelangi
Lombok Barat, 16 Agustus 2026--Kampoeng Baca Pelangi menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Penggerak Literasi Tahun 2026 dengan tema “Literasi Berbasis Cerita Rakyat untuk Penguatan Komunitas dan Keluarga”. Kegiatan yang didukung oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Republik Indonesia tersebut diikuti oleh 33 peserta dari unsur penggerak dan anggota komunitas literasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas penggerak literasi sekaligus meningkatkan budaya membaca di lingkungan keluarga dan komunitas.
Hal ini mendapat atensi dan apresiasi dari Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB. Bersama tim, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa mengungkapkan apresiasi atas keteguhan para pegiatan literasi yang tergabngu dalam Kampoeng Baca Pelangi. Menurutnya, menjadi pegiat literasi dibutuhkan kekonsistenan dan semmagat yang tidak mudah menyerah. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pengembangan literasi berbasis cerita rakyat diharapkan mampu meningkatkan kegemaran membaca dengan memulai gerakan tersebut dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan komunitas.
Ia memandang bahwa cerita rakyat merupakan instrumen yang sangat luar biasa untuk meningkatkan literasi. "Cerita rakyat tidak hanya menghibur, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran, penguatan karakter, sekaligus sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan budaya dan lingkungan sosialnya", ujarnya.
Pada kegiatan ini, Ketua Pelaksana, Novita Khasana Putri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan kemampuan literasi anggota komunitas serta masyarakat. Menurutnya, penguatan literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lingkungan terdekat masyarakat.