Bangun Penguatan Kolaborasi melalui Lokakarya Rancangan Program Prioritas

Mataram, 25 Agustus 2026--Balai Bahasa Provinsi NTB berpartisipasi dalam kegaiatan Lokakarya Konsultatif Rancangan Program Prioritas Kabupaten Mitra Juli 2026--Juni 2027. Kegiatan yang diselenggarakan oleh INOVASI NTB ini bertujuan untuk membangun dan menguatkan rencana kolaborasi berbagai program prioritas kabupaten bersama dengan mitra utama. Jamaruddin yang merupakan Ketua INOVASI NTB menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai sarana untuk berkonsultasi dan merancang penguatan arah program prioritas bidang pendidikan dasar dan menengah.

Pada kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi NTB berpartisipasi menjadi narasumber dan peserta. Narasumber diwakili oleh Nurcholis Muslim (Widyabasa Ahli Muda) yang berbagi praktik baik mengenai pemanfaatan buku bahan bacaan mutu sebagai bagian dari peningkatan mutu literasi. Adapun peserta diwakili oleh Baiq Ayu Candra (Pranata Humas Ahli Pertama) yang ikut berpartisipasi dalam diskusi publik membahas rancangan program prioritas kemitraan dengan INOVASI NTB.

Rangkaian kegiatan awal difokuskan pada pemberian materi oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan(BGTK) Provinsi NTB, Wirman Kasmayadi. Ia menyampaikan materi seputar Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding dan Kecerdasan Artifisial. Ia menjelaskan mengenai konsep sekolah model yang telah diterapkan di NTB. Adapun empat tugas dan fungsi sekolah model, yaitu percontohan implementasi pembelajaran mendalam; pusat belajar dan patok banding; sumber inovasi dan pembelajaran; dan penggerak ekosistem pendidikan. Enam prinsip pelaksanaan sekolah model, yaitu objektif, transparan, akuntabel, komprehensif, partisipatif, dan berkelanjutan. Ia juga menjelaskan mengenai penyelenggaraan dan strategi perubahan, serta mekanisme dan penguatan implementasi. Ia berharap bahwa sekolah model ini menyediakan dan menjawab kebutuhan siswa dalam integrasi sistem pembelajaran yang lebih berkualitas.

Materi berikutnya disampaikan oleh Nurcholis Muslim yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB. Ia menjelaskan materi mengenai
Distribusi Buku Pengayaan Pendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) ke Satuan Pendidikan. Ia menjelaskan bahwa tujuan distribusi buku bahan bacaan bermutu, yaitu untuk meningkatkan minat baca dan memberikan kesempatan kepada selurih siswa untuk memndapatkan bahan bacaan bermutu. Ia menuturkan bahwa program peningkatan literasi nelalui dukungan buku bacaan bermutu dapat membangun generasi pembaca yang cerdas dan berkarakter melalui prgram literasi terstruktur untuk siswa SD dan SMP.

Menurutnya, saat ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah mendistribusikan 5,5 juta buku ke seluruh Indonesia. Melalui Balai Bahasa Provinsi NTB, distribusi buku sedang dalam tahap pemantauan dan evaluasi ke berbagai sekolah untuk memastikan bahwa distribusi buku bahan bacaan bermutu tepat sasran, tepat kelola, dan tepat manfaat bagi sekolah. Berdasarkan data, Provinsi NTB mendapat bantuan buku bahan bacaan bermutu sejumlah 181.000 yang terdiri atas 500 SD dengan 97.100 buku dan 248 SMP dengan 87.100 buku. Distribusi buku menyasar 10 kabupaten/kota se-NTB. Balai Bahasa Provinsi NTB berencana menindaklanjuti penguatan pemanfataan buku bahan bacaan bermutu dengan berkolaborasi bersama BGTK dan BPMP Provinsi NTB ke berbagai satuan sekolah yang telah mendapatkan buku. "Buku yang dididistribusikan adalah buku hasil sayembara penulisan buku bahan bacaan bermutu cerita anak yang diikuti oleh berbagai penulis cerita anak nasional dan telah melalui verifikasi dan validasi, baik dari tema, isi cerita, maupun kualitas standar buku sesuai dengan jenjang pembaca buku," jelas Nurcholis Muslim saat memyampaikan materi pada kegiatan di Ruang Mandalika, Hotel Lombok Raya Mataram.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan seluruh peserta dari INOVASI NTB, Balai Bahasa, dan BGTK Provinsi NTB. Masukan dari Tim BGTK (Lalu Mukti dan Gilang) bahwa hal yang perlu ditindaklanjuti adalah pelatihan pendampingan untuk tim pengajar BGTK dalam hal peningkatan membaca cepat dan teknik pengelolaan pemanfaatan buku bahan bacaan bermutu. Hal ini penting sebagai bagian dari kolaborasi karena tugas dan fungsi BGTK adalah meningkatkan kompetensi guru.

Tim diskusi internal dari INOVASI NTB dibagi ke dalam beberapa kelompok, mulai dari kelompok Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, dan Bima. Adapun pembahasan matriks meliputi peluang, aktor kunci, potensi dukungan, dan tindak lanjut. Peserta dari Balai Bahasa dan BGTK terbagi ke dalam masing-masing kelompok tersebut untuk merumuskan matriks hasil akhir dari pertemuan kegiatan ini. Baiq Ayu Candra bersama Tim INOVASI bagian Kabupaten Lombok Barat merumuskan tiga hal penting yang dapat dikolaborasikan, yaitu distribusi buku bahan bacaan bermutu, pengelolaan pemanfataan buku bahan bacaan bermutu, dan bimbingan teknis membaca cepat untuk guru. Hasil diskusi tersebut melibatkan berbagai aktor utama dan mitra sebagai pelaksana dan tindak lanjut yang dapat dihasilkan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB bersama INOVASI NTB. Tujuan akhirnya adalah untuk memastikan peningkatan kualitas guru, satuan pendidikan, dan pendidikan dapat terus meningkat dengan baik.