Layanan Jemput Bola Kebahasaan dan Kesastraan di SMPN 1 Labuapi

Lombok Barat, 4 September 2026--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan audiensi terkait Program Jempol(Jemput Bola) di SMPN 1 Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Audiensi tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas permintaan layanan Jempol dari SMPN 1 Labuapi sekaligus untuk membahas peluang kolaborasi program kebahasaan dan kesastraan dengan pihak sekolah.

Audiensi dipimpin oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, didampingi Toni Samsul Hidayat dari Program Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI), Hartanto dari program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), serta M. Syamsur Rijal dari program Kamus Masuk Sekolah (KMS). Tim Balai Bahasa Provinsi NTB diterima oleh Kepala SMPN 1 Labuapi, Ahmad Ansori, bersama guru mata pelajaran Bahasa Inggris, Nurhidayati.

Dalam audiensi, dibahas rencana kolaborasi antara Balai Bahasa Provinsi NTB dan SMPN 1 Labuapi melalui kegiatan kokurikuler yang telah berjalan di sekolah. Balai Bahasa Provinsi NTB siap mengisi dan mengintegrasikan berbagai program kebahasaan ke dalam kegiatan tersebut melalui Program Jempol. Program yang dapat dikolaborasikan meliputi Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI), Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Perkamusan, Penerjemahan, Pelindungan Bahasa Daerah, serta peningkatan literasi.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, menyampaikan bahwa Program Jenpol tidak sekadar menghadirkan layanan kebahasaan ke sekolah, tetapi diarahkan untuk memberikan dampak terhadap peningkatan literasi. "Program Jempol ini merupakan program yang bermuara pada peningkatan literasi siswa sekaligus guru. Selain itu, harapannya, hasil dari program ini juga tercermin pada hasil TKA siswa."

Menurutnya, kolaborasi dengan satuan pendidikan menjadi penting agar berbagai program kebahasaan yang dimiliki Balai Bahasa Provinsi NTB dapat diimplementasikan secara lebih terarah dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Sementara itu, Kepala SMPN 1 Labuapi, Ahmad Ansori menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, integrasi Program Jempol dengan kegiatan kokurikuler yang telah dimiliki sekolah dapat memberikan penguatan terhadap program pendidikan yang selama ini dilaksanakan. "Kolaborasi ini juga dapat menjadi hal yang bagus bagi kegiatan kokurikuler yang ada di sekolah. Kami juga mempunyai program yang siap saling integrasi dengan Program Jempol."

Melalui audiensi tersebut, Balai Bahasa Provinsi NTB dan SMPN 1 Labuapi sepakat untuk menjajaki bentuk integrasi program yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kolaborasi diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa dan guru untuk memperoleh pengalaman belajar kebahasaan yang lebih beragam sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.

Program Jempol merupakan salah satu upaya Balai Bahasa Provinsi NTB untuk mendekatkan layanan kebahasaan dan kesastraan kepada masyarakat, khususnya satuan pendidikan. Dengan adanya kolaborasi bersama SMPN 1 Labuapi, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam penguatan kompetensi berbahasa, literasi, dan pemanfaatan produk kebahasaan di sekolah.