Menuju Kongres Internasional I, Balai Bahasa Provinsi NTB dan MAS Gelar Prakongres Bahasa Sasak
Mataram, 5 September 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berkolaborasi dengan MAS melaksanakan Prakongres Internasional I Bahasa Sasak di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut diikuti oleh 150 peserta yang terdiri atas akademisi, budayawan, sastrawan, dan masyarakat. Prakongres ini menjadi bagian dari persiapan menuju Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang akan dilaksanakan pada 28--30 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Balai Bahasa Provinsi NTB turut memberikan kontribusi melalui penyusunan konsep penyelenggaraan dan penyediaan materi untuk sidang komisi.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhammad Ihwan. Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur NTB, ia menyampaikan bahwa kongres merupakan gawai atau pekerjaan bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. “Kongres ini menjadi gawai kita bersama. Kita tidak bisa melaksanakan kegiatan ini sendiri,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi tema yang diangkat serta menegaskan bahwa bahasa Sasak merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Sasak.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Peserta dibagi ke dalam empat komisi untuk mendiskusikan berbagai isu dan merumuskan rencana tindak lanjut yang akan dibawa ke Kongres Internasional I Bahasa Sasak. Keempat komisi tersebut membahas Digitalisasi Bahasa dan Sastra Sasak; Pembinaan dan Pengajaran Bahasa dan Sastra Sasak; Pelestarian dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Sasak; serta Pengembangan Tata Bahasa, Aksara, Sastra, dan Tata Istilah Bahasa Sasak. Setelah berdiskusi, setiap komisi menyampaikan hasil pembahasannya dalam sidang pleno. Berdasarkan hasil sidang pleno tersebut, lima tema yang disepakati akan dipilih sebagai bahan pembahasan dalam Kongres Internasional I Bahasa Sasak pada 28--30 Oktober 2026.