Kantor Bahasa Provinsi NTB Festival Tunas Bahasa Ibu: Gebyar Bahasa Daerah di Pulau Sumbawa

Sumbawa Besar, 1 November 2023-- Rangkaian tahapan pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah di Nusa Tenggara Barat telah memasuki babak penutup pada tahun 2023 ini. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sukses menggelar kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk di antaranya seluruh jajaran Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (E. Aminudin Aziz), Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Hafidz Muksin), Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra (Imam Budi Utomo), Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra (Muh. Abdul Khak), dan Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa (Iwa Lukmana) bersama dengan jajaran Darma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa .

Kehadiran para pemimpin Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama dengan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (Puji Retno Hardiningtyas) didampingi Wakil Bupati Sumbawa (Hj. Dewy Noviani) secara resmi membuka kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Pulau Sumbawa Tahun 2023.

Kegiatan yang menghadirkan 160 peserta jenjang SD dan SMP dari lima kabupaten dan kota di Pulau Sumbawa, yaitu Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima mengikuti 7 mata lomba bahasa Samawa dan Mbojo. Para pendamping dari setiap wilayah dan bahasa juga hadir berpartisipasi memeriahkan kegiatan. Pembukaan diawali dengan tari Nguri, sebuah persembahan tari yang dipertunjukkan untuk tamu-tamu kerajaan Sumbawa sebagai penghormatan penghormatan dari SDN 2 Labuhan Sumbawa.

Dalam laporan singkatnya, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan pelestarian bahasa daerah yang dijalankan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai bagian dari pelaksanaan program unggulan pelindungan bahasa dan sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Puji Retno menuturkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk mendorong penggunaan bahasa daerah dalam bentuk komunikasi yang dapat hidup dan dapat diwariskan. Secara khusus hal ini dilaksanakan untuk melihat hasil pelatihan guru master melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang sebelumnya telah dilaksanakan dan memberi wadah untuk generasi muda menunjukkan kemampuannya.

Pada kegiatan FTBI ini terdapat tujuh mata lomba yang akan diselenggarakan dalam tiga hari ke depan. Lomba tersebut di antaranya lomba membaca puisi, pidato, menulis cerpen, bercerita, komedi tunggal, dan sakeco Samawa dan Patu Mbojo dengan total peserta 160 orang dari jenjang SD dan SMP dari lima kabupaten dan kota di Sumbawa,” tuturnya saat menyampaikan laporan kegiatan di Aula Bupati Sumbawa (1/11).

Ia menambahkan bahwa tentunya semua pihak berusaha dan berupaya bersama dalam melakukan pelestarian bahasa daerah, khususnya Samawa dan Mbojo. Harapan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa kepada pemerintah daerah untuk melestarikan bahasa dan sastra daerah melalui pendidikan SD dan SMP.

Kami berharap regulasi daerah mampu melahirkan sinkronisasi muatan lokal dan bahasa daerah ini mampu berkobar dan menjadi bahasa Ibu yang kokoh. Kami juga berharap kegiatan ini mampu menggerakkan para guru master untuk melaksanakan pengimbasan yang tidak bisa kami kerjakan sendiri. Harapan ke depannya, pelatihan guru master dan FTBI akan terus digerakkan dan digaungkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan Perda No. 5 tahun 2020 tentang pelestarian, pelatihan, dan pengembangan bahasa yang disetujui oleh Gubernur. FTBI ini akan melahirkan para pemenang. Para pemenang akan mengikuti kegiatan di Jakarta pada bulan April 2024, Tutup Puji Retno pada akhir kegiatan menuturkan harapan, baik secara individu maupun kelembagaan.

Selanjutnya, Berbagai disampaikan oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Muh. Abdul Khak, mewakili Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa tujuan Revitalisasi Bahasa Daerah adalah agar bahasa daerah di setiap provinsi dapat dilakukan dan dampaknya yang diharapkan dapat dilakukan secara masal. Provinsi NTB termasuk menjadi target Revitalisasi Bahasa Daerah yang juga dilakukan melalui komunitas-komunitas, seperti komunitas masyarakat, komunitas agama, komunitas literasi, dan komunitas lainnya.

"Tahun ini kami melaksanakan revitalisasi bahasa terhadap 72 bahasa daerah di Indonesia. Ini adalah program kementerian. Pandangan kami bahwa bahasa daerah adalah bahasa yang tidak boleh punah. Bulan Februari 2022 lalu, Kepala Badan Bahasa hadir di UNESCO bagaimana membentuk
Indonesia membangun pola pelestarian bahasa daerah di Indonesia.Hal ini mendapat apresiasi bangsa-bangsa lainnya dan siap diterapkan.Kedua, tujuan adalah pemahaman bahasa daerah mampu menjadi pemahaman dalam bahasa Indonesia.Contohnya, pemahaman anosiup artinya tempat daerah matahari terbit dan kata barapan artinya petak umpet antara mempelai laki-laki dan perempuan di antara kerumunan penonton. Beberapa kosakata Samawa tersebut sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia," terangnya sambil memeriksa kosakata dalam KBBI untuk memastikan kekayaan bahasa Samawa yang telah masuk dalam KBBI.

Lebih lanjut ia menerangkan Kemendagri akan memberikan anggaran khusus mengenai kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah hasil audiensi dengan Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek bersama Kemendagri. Pada akhir tahun 2023 agenda resmi Kemendikbusristek dan Kemendagri akan mengundang Bupati dan Wakil Bupati ke Jakarta untuk urun rembuk mengenai pelaksanaan kegiatan ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan Seremoni Wakil Bupati. Akan tetapi, sebelum pembukaan, Wakil Bupati bersama dengan perwakilan peserta siswa dari bahasa Samawa dan Mbojo tampil melaksanakan diskusi tanya jawab bahasa daerah untuk memantik rasa semangat dan gairah lomba FTBI 2023.

"Semoga acara ini tidak hanya seremonial di mana bahasa Ibu kita sekarang bertambah langka. Anak-anak kita lebih sibuk dengan gawai dan lebih senang belajar bahasa asing. Semoga bahasa Ibu kembali diperdalam lagi. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rosyda yang telah menciptakan lagu bahasa daerah untuk siswa. Kita akan berkolaborasi dengan dinas perpustakaan dan dinas pendidikan yang akan kita sosialisasikan mulai dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat dusun juga,” beber Hj. Dewy Noviani mengenai harapan dan gagasan ke depannya.

Sambutan kegiatan Wakil Bupati sekaligus menandai pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu secara resmi. Kegiatan dibagi dalam beberapa tahapan dengan kehadiran juri dari perwakilan bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo. Mekanisme kegiatan dibagi dalam beberapa tahapan sesuai dengan jenjang kegiatan. Hal ini untuk memudahkan penampilan para peserta dan penilaian para juri. Kegiatan berlangsung sesuai dengan petunjuk teknis yang telah disampaikan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sebelumnya.

Semarak kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu dihadiri juga oleh perwakilan Ketua Majelis Adat Tana Samawa, Ketua Komunitas Panre Satera, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sumbawa, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sumbawa Barat, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sumbawa, Rektor Universitas Teknologi Samawa, Rektor Universitas Samawa, dan para pendamping serta guru master Revitalisasi Bahasa Daerah.

Pada kegiatan pembukaan juga dihadirkan lagu bahasa Ibu berbahasa Samawa dari SMPN 3 Sumbawa yang diciptakan oleh Rosyida, anggota Komunitas Panre Satera sekaligus juri pada kegiatan ini. Video Kilas Balik Festival Tunas Bahasa Ibu 2022 juga tampil untuk mengingat kembali upaya pelibatan dan pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah seperti slogan pada penutup video "mari, kita sama-sama melestarikan, memperingati, dan merayakan bahasa dan sastra daerah".