Kuatkan Literasi Keluarga dan Masyarakat, Kantor Bahasa Provinsi NTB Bersama DWP Badan Bahasa Kunjungi Komunitas Panre Satera
Sumbawa Besar, 1 November 2023--Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (Puji Retno Hardiningtyas) bersama seluruh jajaran Darma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melaksanakan kegiatan Penguatan Literasi Keluarga dan Masyarakat di Komunitas Panre Satera. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadirkan 50 peserta yang terdiri atas pelajar, orang tua, anak dan anggota Panre Satera.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menekankan bahwa materi bincang-bincang santai dalam kegiatan ini adalah bagaimana literasi dapat bergerak dalam ranah keluarga dan masyarakat. Dedikasi terhadap literasi sangat baik.
"Kami berterima kasih kepada komunitas yang selalu terbuka mendampingi kami dalam berbagai kegiatan. Kami memperkenalkan Komunitas Panre Satera sebagai komunitas yang giat mendukung dan melaksanakan kebahasaan dan kesastraan, khususnya di Sumbawa. Hari ini kita akan membahas perkembangan literasi keluarga dan masyarakat," ungkapnya saat mengawali Perayaan di Aula Uma Koda, Sumbawa Besar (1/11).
Menyambut hal tersebut, Ketua Panre Satera (Suharli) menuturkan bahwa Komunitas Panre Satera memulai dan menyambut para tamu dengan Lawas Samawa, sebuah puisi rakyat Sumbawa.
"Kami ucapkan selamat datang. Ibaratnya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai sebuah pohon yang buahnya jatuh ke Komunitas Panre Satera.
Awalnya kami mengawali kegiatan kami dengan bincang sastra, ulang tahun bahasa Panre Satera yang membangun bahasa dan sastra, temu para seniman, dan kami mencoba mengangkat tokoh nasional Dinullah Rayes yang kami ilhami karya-karyanya. Kami telah melahirkan antologi karya, baik antologi tunggal maupun bersama. Kegiatan kami memang lebih kepada akar sastra. Kami ingin membangun taman sastra Sumbawa dengan adanya Komunitas Panre Satera ini dan menghasilkan generasi-generasi penerus,” terangnya menjelaskan giat sastra yang telah dilakukan oleh Komunitas Panre Satera.
Humas Panre Satera, Dina Raisa, juga turut membenarkan hal tersebut. Komunitas Panre Satera dalam kegiatan yang didukung oleh berbagai pihak. Hampir 90% karya-karya bahasa dan sastra Samawa merupakan karya para anggota Komunitas Panre Satera.
"Obsesi kami tempat ini menjadi museum sastra yang dapat mengembangkan bahasa dan sastra Samawa di Sumbawa Besar. Sayangnya, bahasa Samawa belum masuk ke kurikulum sekolah sehingga kami berpikir bahasa dan sastra daerah menurut kami cukup mendesak untuk segera dibuatkan regulasi menjadi kurikulum muatan lokal di Sumbawa, " paparnya menegaskan.
Setelah berbagai acara, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Ketua DWP Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sekaligus Ketua DWP Kemendikbudristek ( Tety E. Aminudin Aziz). Ia memaparkan bahwa kegiatan sastra yang sudah berjalan baik harus dilanjutkan oleh generasi muda. Ia mengapresiasi kehadiran dan keaktifan adik-adik dari SD sampai dengan siswa yang hadir di Uma Koda.
"Kita harus siap menyambut Indonesia Emas 2045. Kami hadir di sini sebagai perwakilan DWP Badan Bahasa yang notabene membantu tugas dan fungsi organisasi. Kami bertanggung jawab dan mempunyai program, khususnya program literasi. Mari, kami berkolaborasi dalam memperkuat literasi. Bapak dan Ibu dalam keluarga harus saling mendukung dan menguatkan kegiatan literasi yang dapat berimbas pada kegiatan masyarakat. Tentunya orang tua dengan sadar mendukung kegiatan anak-anak untuk menambah wawasan dan pemahaman sosial mereka. Hasilnya nanti akan dirasakan ketika kemudian hari,” demikian tekanan penguatan literasi keluarga dan masyarakat.
Diskusi berlanjut bersama anak-anak, orang tua, pelajar, dan anggota Komunitas Panre Satera. Diskusi seputar kontribusi literasi generasi muda, penggunaan gawai bagi anak-anak, keaktifan anak-anak dalam literasi, peran aktif orang tua dalam pendampingan literasi, peran komunitas dalam mendorong penguatan literasi keluarga dan masyarakat, dan solusi penguatan literasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.