Kuatkan Pemahaman Sastra, Badan Bahasa melalui Kantor Bahasa Provinsi NTB Gelar Temu Sastrawan di Komunitas Panre Satera Sumbawa
Sumbawa Besar, 2 November 2023--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menginisiasi kegiatan Temu Sastrawan: Bincang Santai Perkembangan Sastra Masa Kini bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Komunitas Panre Satera, Sumbawa Besar. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra (Imam Budi Utomo), Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa (Iwa Lukmana), dan perwakilan staf Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (I Nyoman Cahyasabudhi Santosa).
Peserta yang hadir berjumlah 30 orang yang terdiri atas sastrawan, musisi, aparat desa, guru, dan siswa SMA, serta pegiat literasi lainnya. Pada kegiatan ini, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra (Kapusbanglin), Imam Budi Utomo, menyampaikan program-program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu Literasi Kebahasan dan Kesastraan, Pelindungan Bahasa dan Sastra, dan Internasionalisasi Bahasa Indonesia. Ia menekankan pemaparan pada kinerja Pelindungan bahasa dan sastra dengan program utamanya, yaitu Revitalisasi Bahasa Daerah.
"Kami telah berupaya melaksanakan Revitalisasi Bahasa Daerah melalui berbagai tahapan. Salah satu provinsi yang mendapat sasaran Revitalisasi bahasa daerah adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat," tuturnya menyampaikan informasi awal. Ia berharap bahwa Komunitas Panre Satera sebagai salah satu wadah giat sastra terus melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kebahasaan dan kesastraan, khususnya di Pulau Sumbawa.
Berikutnya, Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Iwa Lukmana, dalam paparannya menitikberatkan pada kinerja penginternasionalisasian bahasa Indonesia melalui upaya-upaya, salah satunya pembukaan Kelas BIPA di berbagai negara.
"Sesuai dengan rencana strategis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kami berkomitmen untuk menyukseskan Indonesia Emas 2045 di mana salah satu fokus utamanya melalui literasi yang berkaitan dengan bahasa, yaitu bahasa Indonesia. Untuk itu, kami terus gencar memastikan bahwa bahasa Indonesia menjadi menarik untuk diperkenalkan dan dipelajari oleh warga asing," ungkapnya mengenalkan sekaligus memberikan pemahaman terkait program-program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa lainnya di Aula Uma Koda (2/11).
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang memantik isu-isu terkini mengenai perkembangan sastra di Indonesia dan korelasi peningkatan sikap positif berbahasa oleh para penutur jati. Para sastrawan dan pegiat literasi yang hadir aktif bertanya untuk mengetahui dan meningkatkan pemahaman sastra agar terus dapat menemukan titik keseimbangan eksistensi. Sastra yang indah, sastra yang dipelajari, sastra yang berkembang, dan sastra yang terus tumbuh menjadi catatan-catatan penting dalam diskusi ini.