Jalinan Kemitraan dengan PGNW, Kantor Bahasa Berikan Layanan Penjurian Lomba Kebahasaan dan Kesastraan

Lombok Timur, 23 November 2023--Salah satu bentuk layanan kebahasaan dan kesastraan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka menyelenggarakan tugas dan fungsinya adalah memberikan dukungan layanan penjurian lomba. Kali ini, dua staf Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hartanto (Analis Kata dan Istilah) dan M. Syamsur Rijal (Analis Kata dan Istilah berkesempatan menjadi juri dalam Lomba Mendongeng dan Lomba Cipta dan Baca Puisi Tingkat Umum dalam rangka Hari Pahlawan dan Hari Guru Nasional 2023 yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (PGNW). Selain dua orang staf Kantor Bahasa, Rabiatul Adawiyah (Dosen Universitas Nahdlatul Wathan) juga menjadi juri dalam perlombaan ini.

Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Ummuna Hj. Siti Raehanun AM, Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH), Lombok Timur. Sesuai laporan dari panitia, peserta mata lomba mendongeng berjumlah 8 orang dan mata lomba cipta dan baca puisi berjumlah 46 orang. Peserta berasal dari guru, murid, dan mahasiswa dari lembaga pendidikan yang ada di Pulau Lombok, antara lain MIN 2 Mataram, Ponpes Muhammadiyah Keru, SMA Islam Ulil Albab NW, Institut Agama Islam Hamzanwadi, Darul Muhsinin NW Boarding School, dan beberapa sekolah lainnya.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Hj. Lale Yaqutunnafis yang diwakili oleh panitia. Ia berharap dengan adanya perlombaan ini dapat mengasah bakat guru dan murid dalam bidang kebahasaan dan kesastraan.

"Semoga perlombaan pagi ini tidak hanya sampai disini dan berkembang hingga nasional agar kita dapat mengetahui kelanjutan dari bakat-bakat yang ada di sini dan juga ikutilah lomba ini dengan serius. Semoga apa yang kita usahakan dalam lomba ini dapat terwujud."

Perlombaan dimulai dengan mata lomba mendongeng yang bertema cerita rakyat, dongeng, dan fabel. Penampilan, penguasaan materi, teknik mendongeng, dan kreativitas menjadi poin penilaian dalam mata lomba ini. Sementara itu, mata lomba cipta dan baca puisi yang bertema pahlawan dan guru dinilai berdasarkan orisinalitas karya, kekuatan bahasa, penghayatan, pelafalan, dan intonasi. Antusias dan keseruan terlihat di antara peserta dan pendukung selama perlombaan berlangsung.

Pada akhir perlombaan, Rabiyatul Adawiyah selaku juri menyampaikan beberapa hal yang krusial dalam membacakan puisi. Menurutnya, penghayatan saat membacakan puisi menjadi salah satu faktor untuk melihat orisinalitas karya.

"Saat kita benar-benar mencurahkan pikiran kita dalam membuat puisi, kekuatan dari setiap kata yang kita ucapkan akan dapat dirasakan oleh dewan juri dan penonton. Selain itu, jangan terburu-buru saat membacakan puisi. Begitu pula dengan intonasi, tidak selalu membacakan puisi dengan cara berteriak merupakan pembacaan puisi yang bagus, kita harus tahu emosi yang ada di setiap puisi yang kita baca."

Hartanto, juri dari Kantor Bahasa juga menuturkan beberapa hal penting terkait pemilihan cerita dan teknik mendongeng. "Dalam mendongeng, cerita dapat dibagi menjadi tiga bagian, perkenalan, konflik, dan solusi. Dongeng juga harus disesuaikan dengan usia pendengar, hindari cerita yang memuat kekerasan fisik. Konflik fisik yang terjadi dalam cerita juga dapat diperhalus agar cerita yang ditampilkan ramah terhadap anak."

Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan bahwa penyerahan piala dan hadiah pemenang lomba mendongeng dan lomba cipta dan baca puisi ini akan dilaksanakan pada saat Jambore PGNW pada hari Minggu, 26 November 2023 di Lombok Timur.

Layanan penjurian lomba ini sekaligus menjadi bukti nyata Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, salah satunya dengan Persatuan Guru Nahdlatul Wathan.