Teken Kontrak Kerja Sama, Kantor Bahasa Provinsi NTB Jalin Sinergi Kemitraan dengan SMPN 6 Mataram
Mataram, 27 November 2023--Perluasan kemitraan dalam berbagai ranah kebahasaan dan kesastraan terus gencar dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sasaran kemitraan pun beragam, mulai dari institusi pendidikan, instansi pemerintah, komunitas literasi, dan lembaga lainnya. Hal yang sama dilaksanakan hari ini di SMPN 6 Mataram.
Berdasarkan hasil koordinasi, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan SMPN 6 Mataram sepakat melakukan kerja sama yang dituangkan dalam bentuk Kontrak Kerja Sama. Naskah Kontrak Kerja Sama telah ditandatangani oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, dan Kepala SMPN 6 Mataram, H. Muhammad Sibawaeh.
Kegiatan ini turut disaksikan oleh perwakilan tim kerja sama kedua pihak. Berdasarkan penuturan Kepala SMPN 6 Mataram, saat ini siswa berjumlah 1.279 orang yang diampu oleh 60 guru. Hal tersebut tergolong cukup banyak untuk ukuran sekolah jenjang menengah pertama di Kota Mataram.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, menyampaikan beberapa materi kerja sama di antaranya seputar literasi, pemanfaatan laboratorium bahasa untuk siswa, terutama dalam pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka, dan teknik penulisan sastra. Selain itu, ia juga membahas tentang Apresiasi Giat UKBI Adaptif Merdeka yang diraih SMPN 15 Mataram pada tahun 2022 lalu sebagai salah satu contoh kemitraan yang sukses, keterlibatan sekolah dalam pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu, pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah, dan jenis lomba dalam Festival Tunas Bahasa Ibu di Pulau Lombok.
"Di Kota Mataram, pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah pada materi muatan lokal belum dimaksimalkan. Kelemahannya adalah siswa-siswa tidak dilatih, sedangkan inti pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah adalah pelatihan bagi siswa. Berbeda halnya dengan Kabupaten Lombok Timur yang sudah melaksanakan pengimbasan secara aktif. Isu strategis sampai tahun 2029 masih mengangkat isu Revitalisasi Bahasa Daerah ini. Tahun 2024, Kabupaten Lombok Barat rencananya akan meluncurkan kurikulum muatan lokal. Kami mengakui memang di Kota Mataram warganya cukup heterogen. Jadi, tantangan bagi kami untuk mengajarkan dialek bahasa Sasak standar. Kami juga menyediakan wadah penulisan karya bahasa dan sastra melalui media massa di koran Suara NTB dan Lombok Post," ungkapnya menjelaskan mengenai berbagai materi strategis yang dijalankan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat di Ruang Pertemuan SMPN 6 Mataram (27/11).
Penjelasan yang dipaparkan oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat ditanggapi oleh Kepala SMPN 6 Mataram, H. Muhammad Sibawaeh. Ia menerangkan bahwa dari segi jumlah siswa, SMPN 6 Mataram tergolong cukup banyak. Jadi, untuk pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka seharusnya dapat dimanfaatkan dan dilaksanakan dengan maksimal. Pada saat diskusi berlangsung, perwakilan tim kerja sama SMPN 6 Mataram, Ellysabeth mengusulkan adanya pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah melalui kegiatan kreativitas siswa dengan memainkan peran bahasa dan sastra daerah.
"Kami akan memasukkan poin-poin materi muatan lokal pada materi kegiatan literasi siswa. Saya lihat hal tersebut dapat masuk pada bagian dan materi literasi di sekolah kami," jelasnya menerangkan rencana kolaborasi pelaksanaan pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah dan literasi sekolah.
Berikutnya, penandatanganan Kontrak Kerja Sama yang ditandatangani oleh pimpinan kedua lembaga. Kedua pihak sepakat untuk berkomitmen melaksanakan poin-poin kerja sama dan menargetkan pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka untuk siswa secara aktif.