Kenalkan Peran Humas dalam Program Kebahasaan dan Kesastraan, Kantor Bahasa Provinsi NTB Terima Kunjungan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Mataram

Mataram, 30 November 2023--Untuk memperluas diseminasi tugas dan fungsi kebahasaan dan kesastraan, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan tim mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Hukum, Universitas Mataram. Kunjungan tersebut dalam rangka melaksanakan wawancara dan penghimpunan data-data penelitian yang bertema "Peranan Humas Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Meningkatkan Program Literasi".

Tim mahasiswa yang terdiri atas delapan orang diterima oleh perwakilan staf Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada kesempatan ini, Ketua Tim Kerja Administrasi sekaligus Ketua Tim Humas/Publikasi Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (Baiq Ayu Candra) bersama perwakilan Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pembinaan Bahasa dan Hukum (Toni Samsul Hidayat), BIPA (Zamzam Hariro dan Asry Kurniawaty), Perkamusan dan Peristilahan (Rizki Gayatri dan M. Syamsuri Rijal), dan UKBI (Hartanto) memberi materi singkat dan data-data yang dibutuhkan oleh tim mahasiswa.

Kegiatan dimulai dengan perkenalan tugas dan fungsi masing-masing KKLP, tugas dan fungsi Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, pemaparan singkat berbagai program literasi dan peran humas Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab untuk memperdalam data dukung penelitian. Sebelumnya, terdapat empat pertanyaan yang menjadi inti muara penelitian hari ini, yaitu peranan humas Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam media cetak dan media sosial, upaya Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mengurangi jumlah buta huruf masyarakat Nusa Tenggara Barat, upaya Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam meningkatkan minat literasi, dan hambatan atau kendala yang dihadapi humas Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam meningkatkan minat literasi.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Baiq Ayu Candra. Ia menegaskan bahwa Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah berperan aktif dalam menjalin kemitraan dengan berbagai media di Nusa Tenggara Barat, baik media cetak maupun media daring. "Saat ini Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menjalin kerja sama dengan media cetak Suara NTB dan Lombok Post dalam hal publikasi artikel kebahasaan dan kesastraan. Selain itu, kami juga menggandeng media daring dan elektronik, seperti RRI Mataram, TVRI NTB, iNews Mataram, dan berbagai media lainnya untuk membantu peran diseminasi program literasi yang ditangani oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat," ujarnya mengawali paparan jawaban dari komponen pertanyaan pertama di Ruang Anjani Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (30/11).

Ia menambahkan bahwa jalinan sinergi dan kolaborasi juga telah aktif dilakukan dengan berbagai lembaga, baik lembaga pemerintah maupun nonpemerintah seperti komunitas literasi. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya penguatan nilai tambah manfaat dan dampak nyata yang lebih luas ke masyarakat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Zamzam Hariro bahwa Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen membantu penanganan pengurangan jumlah masyarakat yang masih buta huruf melalui program aksara. Hal ini telah dijalankan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga menegaskan dengan adanya sayembara penulisan cerita anak berbahasa daerah, terdapat berbagai proses, mulai dari produksi penulisan cerita, penerjemahan ke bahasa daerah, penyuntingan, pencetakan, dan pendistribusian buku cerita anak merupakan berbagai tahapan dengan tujuan meningkatkan atau menarik minat literasi masyarakat.

Senada dengan pemaparan tersebut, rekan dari tim KKLP lain juga menekankan bahwa program literasi Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menempuh upaya pendokumentasian data komunitas literasi dan pemberdayaan komunitas literasi melalui serangkaian kegiatan pembinaan. Hartanto selaku Koordinator KKLP UKBI juga menambahkan bahwa program UKBI Adaptif Merdeka bisa menjadi poin penting untuk mendorong keterukuran kemampuan berbahasa Indonesia. Hal ini juga berkorelasi dengan tingkat atau indeks literasi masyarakat. Untuk itu, berbagai upaya program saling bersinergi satu sama lain.

Selanjutnya, Baiq Ayu Candra menambahkan bahwa adanya kegiatan wawancara ini juga menjadi salah satu diplomasi dan jalinan relasi yang bisa dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan tim mahasiswa yang melakukan penelitian. Ia menyatakan harapannya agar mahasiswa yang datang hari ini mampu menyusun laporan penelitian secara faktual dan mempresentasikan hasil penelitian di hadapan mahasiswa lainnya. Hal ini menjadi salah satu upaya kehumasan untuk mendorong kepedulian mahasiswa sebagai generasi muda untuk ikut serta mengembangkan literasi masyarakat.

Materi tambahan yang dipaparkan berupa pembinaan lembaga bahasa oleh KKLP Pembinaan Bahasa dan Hukum yang mendorong kepedulian lembaga pemerintah dan nonpemerintah terhadap penggunaan bahasa Indonesia. Selain itu, materi pengenalan media Siniar Sasambo menjadi salah satu topik yang dibahas dengan beragam konten menarik di dalamnya.

Tim mahasiswa yang hadir, yaitu Febriand Bawa Laksana, Miftahur Rahmi, Lidya Anggi Pratiwi, Amelia Khaerani, Laily Nurul Auliya, Atira Syehan, Intan Bratislava, dan Faridh Maulana Fachrezi mengungkapkan rasa terima kasih atas penerimaan kedatangan hari ini. Ketua tim, Febriand Bawa Laksana, mengungkapkan bahwa penjelasan yang disampaikan oleh tim dari Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sesuai dengan maksud dan tujuan wawancara, yaitu penghimpunan data-data literasi dan program kebahasaan dan kesastraan lainnya dalam unsur peranan humas pemerintah.

"Pertama, tujuan kami ke sini untuk memenuhi tugas ujian akhir semester, yakni mewawancarai humas Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kami mendapatkan topik Peran Humas Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam upaya menangani masyarakat yang masih mengalami buta huruf dan meningkatkan daya literasi masyarakat. Ini menjadi pembelajaran bagi kami semua di program studi Hubungan Internasional," ungkapnya di akhir kunjungan.