Gelar Krida Bahasa, Kantor Bahasa Provinsi NTB Kawal Pembinaan dan Penyusunan Program Kerja Duta Bahasa

Mataram, 2 Desember 2023--Kegiatan Krida Bahasa: Pembinaan dan Penyusunan Program Kerja Duta Bahasa Tahun Anggaran 2024 dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas 30 peserta Duta Bahasa dan 20 staf Kantor Bahasa Provinsi NTB di Aula Cilinaya Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun program kerja Duta Bahasa pada tahun 2024 dengan lebih terstruktur, terencana, dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memberikan pelatihan literasi digital kepada Duta Bahasa dan staf Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Harapannya program yang dijalankan Duta Bahasa selaras dengan isu-isu strategi Badan Bahasa. Tentu, dampaknya nyata bagi masyarakat,” Puji Retno Hardiningtyas selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat memberi berbagai seraya membuka kegiatan. 

Setelah pembukaan dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait literasi digital. Ahmad Junaidi, Dosen FKIP Universitas Mataram sekaligus pegiat literasi dalam Komunitas Jage Kastare, memberi materi dengan tema "Generasi Muda Cakap Bahasa dan Sastra melalui Media Sosial: Upaya Pemasyarakatan Bahasa dan Sastra".

"Ada dua hal yang terpenting dalam membuat konten yang menarik dan menyosialisasikan bahasa dan sastra. Pertama, gairah menulis topik yang disukai dan banyak membaca. Lakukan apa yang disukai," tegasnya. Ia juga memaparkan teknis-teknis pembuatan konten yang dapat diterapkan oleh peserta. 

Setelah pemaparan materi pelatihan, dilakukan pemaparan program kerja yang dilakukan oleh Lalu Faesal Amrullah selaku Ketua Ikatan Duta Bahasa (Ikadubas). Sesuai amanat Badan Bahasa, program kerja fokus pada sosialisasi literasi kepada generasi muda. “Rencananya akan dilakukan di 10 kabupaten dan kota di Provinsi NTB. Untuk itu, kami membutuhkan sekolah dan komunitas mana saja yang bisa kami sasar dalam menyosialisasikan literasi,” jelas Faesal. Usai pemaparan program kerja, satu persatu perwakilan Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) memberi masukan. Beberapa nama komunitas literasi dan sekolah yang dianggap sesuai dengan kriteria target yang disarankan oleh staf Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.