Kunjungi Kantor Bahasa Provinsi NTB, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB Lakukan Sinergi Kerja Sama

Mataram, 2 Januari 2024--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mengawali tahun 2024 ini dengan menerima kunjungan dari tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kunjungan yang diketuai oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB (Amir) berjumlah lima orang pegawai.

Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (Puji Retno Hardiningtyas) beserta perwakilan Tim Kerja Sama dan KKLP Pembinaan Bahasa dan Hukum di Ruang Anjani Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan kunjungan hari ini untuk melakukan silaturahmi dan koordinasi penguatan kerja sama di antara kedua pihak. 

"Kami mempunyai tugas yang sama untuk mengembangkan kebahasaan dalam perpustakaan. Kami fokus pada pengelolaan dan pengembangan perpustakaan sekolah. Kami mendapat informasi adanya bantuan buku ke berbagai sekolah dari Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kami berharap bisa mencapai koordinasi. Apalagi sekarang Plt. Kepala Perpustakaan RI adalah Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kami ingin juga bekerja sama dalam hal pelatihan perpustakaan,” ungkap Amir selaku Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Ia menambahkan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki program pencanangan Gerakan Sejuta Buku. Pada hal ini, pihak dinas bekerja sama dengan Pengurus Daerah Ikatan Perpustakaan Provinsi NTB. Hal ini sudah berjalan dan beberapa bantuan sudah disalurkan ke sekolah dan masyarakat. 

“Pihak Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat juga dapat membantu dalam hal pengadaan buku-buku layak baca dan terbitan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri. Kami akui masih adanya kesulitan dalam mengumpulkan bahan bacaan masyarakat,” imbuhnya saat menyampaikan pandangan sekaligus harapan kerja sama.

Kepala Bidang Pembinaan (Supratman) menambahkan bahwa tujuan kunjungan ini untuk memperkuat pengembangan perpustakaan sekolah. Dengan adanya kolaborasi ini menjadi salah satu wujud pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga secara bersama. Harapan ke depannya, buku-buku yang telah didistribusikan dapat dikelola dan didayagunakan lebih baik sehingga standar pengelolaan perpustakaan dapat terwujud dengan baik. Sampai saat ini ada 118 pustakawan yang telah didata. Ia berharap juga adanya pelibatan kegiatan bersama untuk menyelenggarakan bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan tanggapan atas kehadiran dan kunjungan Tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia menuturkan bahwa tim dari Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat pernah beraudiensi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2023 lalu. 

“Kami telah melaksanakan pendampingan pengelolaan bahan bacaan untuk 40 sekolah dasar di Kabupaten Lombok Utara. Kami juga telah melaksanakan fasilitasi buku yang terdiri atas buku cerita anak dan modul untuk sekolah. Memang kendala yang kami dapatkan di lapangan belum adanya tindak lanjut terkait pengelolaan ini. Kami juga pernah mendaftarkan sekolah dan penerima buku kepada pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada saat audiensi dulu," paparnya menyampaikan tanggapan sekaligus menjelaskan arah program yang dilaksanakan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kunjungan ini merupakan upaya baik untuk bersinergi bersama. Langkah pertama perlunya penandatanganan Kontrak Kerja Sama. Kedua, perlu adanya pemberdayaan komunitas literasi yang melibatkan penggerak perpustakaan sekolah. Hal tersebut bisa menyinergikan pemanfaatan pemberdayaan literasi. Untuk pelatihan SDM perpustakaan juga dapat dilakukan bersama.

“Adanya kelemahan dalam kurangnya informasi pendistribusian buku-buku ke sekolah menjadi salah satu kendala yang kami alami pada tahun 2023. Selain itu, jumlah buku yang didistribusikan kurang sesuai dan tepat sasaran sesuai dengam jumlah siswa per sekolah. Kurangnya pemahaman dalam pengelolaan dan pemanfaatan buku-buku-buku ke sekolah. Buku oleh pihak sekolah menjadi tambahan kendala yang dihadapi. Kami menyiasati hal tersebut dengan melakukan pemantauan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,” lanjut Puji Retno menjelaskan berbagai kendala yang dihadapi terkait pengelolaan dan pendistribusian bahan bacaan.

Untuk program Gerakan Sejuta Buku, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat akan mengupayakan berkolaborasi dalam hal pendistribusian buku-buku terbitan. Program terkait Penjabat Gubernur Provinsi NTB, yaitu Jumat Salam dapat dilakukan untuk penguatan silaturahmi dan kegiatan bersama. 

Kita perlu menyinkronisasikan dan mengajak kerja sama Balai Guru Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Barat dan BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk menyukseskan pengadaan, pendistribusian, pengelolaan, dan pemanfaatan buku-buku dan perpustakaan SDM,” tutupnya. menyampaikan harapan kolaborasi dengan mitra dari Unit Pelaksana Teknis Kemendikbudristek lainnya. Kunjungan ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan langkah awal, yaitu pembahasan lebih lanjut dan penandatanganan Kontrak Kerja Sama kedua lembaga.