Bahas Peningkatan Literasi, Kantor Bahasa Provinsi NTB Fokus Sinergikan Program dengan BPMP Provinsi NTB
Mataram, 15 Januari 2024--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melanjutkan kolaborasi dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Keberlanjutan kolaborasi ini dilakukan dengan melakukan kunjungan kerja sama ke Kantor BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kunjungan ini sekaligus menjadi pertemuan awal Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Kepala BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat yang baru, Bapak Katman, S.Pd., M.A.
Katman yang belum genap sebulan menjabat Kepala BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat ini menyambut hangat kunjungan kepala dan tim kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia mengawali pembahasan dengan menguraikan tantangan yang saat ini tengah dihadapi BPMP. Saat ini, BPMP memiliki tantangan dalam mengomunikasikan cara belajar yang efektif bagi siswa kelas 1 dan 2 SD kepada para pendidik. Salah satu kebijakan terkait transisi PAUD ke SD yang menyenangkan sebagaimana dibahas dalam Merdeka Belajar Episode 24 adalah tidak diperkenankannya asesmen calistung dalam asesmen masuk SD. Hal ini berdampak pada pembelajaran siswa yang tidak ditekankan pada kemampuan calistung. "Lantas, apa yang harus diajarkan guru? Bagaimana metodenya? Itu yang perlu kita jawab dan jelaskan pada guru-guru ini," pungkas Katman.
Kondisi ini membuat Katman merasa kolaborasi dengan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat selaku lembaga yang mampu menyediakan bahan bacaan literasi bermutu menjadi penting. Baginya, siswa perlu dibiasakan untuk membaca dengan metode nonkonvensional yang membangkitkan daya kreativitas. Kesadaran bahwa setiap siswa memiliki usia kematangan psikologis yang berbeda dalam kesiapan membaca juga perlu ditekankan pada diri setiap pendidik. "PR kita yang sesungguhnya adalah mengawal kebijakan agar anak-anak tidak dibebani beban kognitif yang tidak sesuai dengan kematangannya." Katman berharap kolaborasi ini menjadi jalan bagi Kantor Bahasa dan BPMP dalam mengawal kebijakan yang telah ada hingga tuntas, bahkan menyentuh orang tua siswa.
Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum. sepakat bahwa siswa memang tidak bisa lagi diminta untuk belajar dengan cara-cara lama. Atas permasalahan tersebut, Puji Retno meyakini perhatian khusus pada jenjang bahan bacaan literasi dapat menjadi solusi. "Selama dua tahun terakhir, kami aktif dan memproduksi bahan bacaan literasi dengan penjenjangan yang jelas. Bahan bacaan yang tepat, yakni dengan disertai gambar sesuai porsi usia misalnya, dapat menstimulasi siswa untuk lebih cepat memahami bacaan," terang Puji Retno. Ia juga memperkenalkan adanya KKLP Literasi yang mengawal literasi sekolah, masyarakat, dan keluarga di Provinsi Nusa Tenggara Barat. "Kami juga melibatkan komunitas literasi dalam upaya mengembangkan literasi di Nusa Tenggara Barat," lanjutnya.
Nurcholis Muslim selaku koordinator KKLP Literasi menjelaskan bahwa Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah melakukan pendampingan terhadap penerima ratusan ribu eksemplar buku bahan bacaan literasi yang telah disebarkan di pelosok Nusa Tenggara Barat, khususnya di wilayah 3T. Di Tahun 2022, pemantauan secara langsung pemanfaatan bahan bacaan literasi ini dilakukan di Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari Katman. Ia menyampaikan bahwa dapat dilakukan kolaborasi dalam lokakarya yang nantinya akan diadakan oleh BPMP. Kantor Bahasa diharapkan dapat menyumbang fasilitator yang memiliki kompetensi untuk memberi pendampingan terkait pemanfaatan bahan bacaan literasi untuk guru, khususnya guru jenjang kelas 1 dan 2 SD.