Kantor Bahasa Provinsi NTB Lakukan Inventarisasi Kosakata Bahasa Samawa Tahun 2024

Kantor Bahasa Provinsi NTB melanjutkan pengambilan kosakata bahasa daerah pada tanggal 23—27 Januari 2024 di Pulau Sumbawa. Kali ini, bahasa Samawa menjadi target dalam kegiatan tersebut. Tim Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Perkamusan dan Peristilahan Kantor Bahasa Provinsi NTB mengunjungi Desa Labuhan Bontong, Desa Bunga Eja, dan Desa Jotang Beru, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa sebagai titik pengambilan data. Perlu diketahui, tujuan inventarisasi kosakata adalah mendokumentasikan kosakata bahasa daerah untuk pemerkayaan kamus bahasa daerah dan menjaring kosakata yang dapat diusulkan sebagai kosakata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Pada hari pertama, tim mengunjungi nara lapangansumber, HMS Saifuddin, seniman dan pelaku musik tradisional Sumbawa. Dari wawancara dengan narasumber, diperoleh tambahan lema tentang perangkat musik gong genang secara mendetail, mulai dari cara pembuatan, teknik memainkannya, hingga fungsi dari musik tradisional Sumbawa. Pada masa mudanya, Saifuddin sering mengisi acara musik dan budaya dalam skala nasional, yaitu tampil di Taman Ismail Marzuki dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta dan saat ini masih aktif mengajarkan kesenian musik tradisional Sumbawa kepada generasi muda.

Selanjutnya, tim mengunjungi M. Thamrin, warga asli Empang yang merupakan guru di SMPN 3 Satu Atap Tarano. Selain guru, Thamrin juga merupakan penulis aktif di komunitas Emparano, sebuah komunitas literasi yang ada di Kecamatan Empang. Dari hasil wawancara, diperoleh tambahan wawasan Samawa tentang pertanian, kehutanan, dan perikanan. Thamrin juga menyatakannya tentang bahasa Samawa. “Saat ini, banyak sekali generasi muda Sumbawa yang tidak bisa berbahasa Samawa. Namun, bahasa Samawa sudah mulai kembali sebagai muatan lokal di beberapa sekolah di Empang,” ujarnya di tengah-tengah wawancara. Selain itu, Thamrin mendampingi tim untuk mengunjungi lokasi pembuatan Masin, sebuah jenis sambal khas Sumbawa yang terbuat dari olahan udang rebon. Tim juga memperkenalkan pembuatan krupuk atom, sebuah jenis krupuk yang terbuat dari olahan ikan.

Rencananya, di hari kedua dan ketiga, tim akan mengunjungi budayawan yang aktif di bidang kuliner tradisional dan seni tari Sumbawa, Toni Budiantara. Selain itu, tim akan masuk ke Pasar Empang untuk melihat keanekaragaman jenis makanan, sayuran, dan buah-buahan serta mengunjungi lokasi pembuatan terasi khas Empang yang banyak dikenal orang karena rasanya.