Kantor Bahasa Provinsi NTB Hadiri Pembukaan Ekspedisi Mengajar Desa Angkatan III Lombok
Mataram, 27 Januari 2024--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat memenuhi undangan Opening Ceremony Ekspedisi Mengajar 3 Desa Lombok yang diselenggarkan oleh Gerakan Mengajar Desa (GMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang berlangsung di Gedung OJK lantai 4 tersebut dibuka dengan pembacaan doa, laporan kegiatan, dan berbagai instansi instansi pemerintah serta swasta yang hadir. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat juga berkesempatan hadir sebagai salah satu instansi pemerintah yang mendukung kegiatan ini.
Brigjen TNI Agus Bhakti, S.I.P, M.I.P, M.Han., Danrem 162/Wira Bhakti berkesempatan membuka kegiatan secara langsung dan dilanjutkan dengan penyematan tanda pengenal kepada perwakilan relawan. “Kegiatan ini merupakan pengabdian ketiga yang akan kami lakukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengabdian ketiga ini berbeda dengan pengabdian sebelumnya karena dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Desa Sambik Elen, Lombok Utara dan Desa Bilok Petung, Lombok Timur,” tandas Marlina Septiana selaku Project Manager kegiatan tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang, termasuk relawan dan kru yang berasal dari seluruh Indonesia dan telah melalui tiga tahap pendaftaran, yaitu full funded, self funded, dan partial funded.
Jihad Fatahillah selaku ketua mengatakan bahwa kegiatan Opening Ceremony Ekspedisi Mengajar 3 Desa Lombok ini adalah rangkaian pembuka pelaksanaan kegiatan Ekspedisi Mengajar Desa Batch 3 yang akan berlangsung dari tanggal 28 Januari—5 Februari 2024. Tujuan dari program ini adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kegiatan Ekspedisi Mengajar Desa Batch 3 ini merupakan lanjutan dari kegiatan Mengajar 1 dan Mengajar 2 yang telah melibatkan 150 anak muda.
Agus Siswoaji Utomo, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, berkesempatan memberikan Beragam, "Salah satu indikator kemajuan suatu daerah dapat kita lihat dari bagaimana indeks pembangunan manusianya, kita semua mengetahui bahwa angka rata-rata lama sekolah masih terus kita tingkatkan. Penduduk Nusa Tenggara Barat ini jika dihitung dari jumlah seluruhnya sekitar 4 juta. Kita baru sampai pada tingkat mengenyam pendidikan di SMP kelas dua semester dua. Tentu ini menjadi PR bagi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan semuanya untuk segera meningkatkan angka ini. Tentunya, harus ada sinergi dari masyarakat juga sehingga dapat bersama-sama membangun Nusa Tenggara Barat”.
Ia menuturkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat siap mendukung terlaksananya kegiatan ini. Harapannya pemerintah bersinergi dengan seluruh pihak dalam mendukung kegiatan ini.