Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB Berharap Peran Komunitas Literasi Meningkat

Sabtu, 27 Januari 2024-- Kegiatan Pemberdayaan dan Pendampingan Komunitas Penggerak Literasi Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi ditutup setelah berjalan selama tiga hari, yakni sejak 25 Januari 2024. Kegiatan ini diadakan untuk memberi wadah bagi seluruh komunitas penggerak literasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat berkumpul dan belajar bersama. Melalui pendampingan dan pemberian materi, perwakilan pegiat literasi berbagi dan mengasah ilmu terkait penulisan cerpen, puisi, dan esai. 

Setelah menuntaskan materi proses kreatif penulisan esai, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, SS, M.Hum. selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menutup kegiatan secara resmi. Dalam perayaannya, Puji Retno menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegiat literasi yang dengan sukarela bergerak dalam mengupayakan lingkungan dan masyarakat literat di daerah masing-masing. Terima kasih atas partisipasi seluruh pegiat literasi di sini dalam mengawal literasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kami akan selalu membantu mendampingi dengan memfasilitasi ruang bertemu dan belajar para pegiat, meskipun kami yakin, tanpa pendampingan dan bantuan pemerintah, teman-teman di sini tetap akan bergerak,” tuturnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak seluruh komunitas literasi dapat diundang untuk mengikuti kegiatan secara luring. Meski demikian, untuk memastikan manfaat kegiatan ini dapat dirasakan oleh seluruh komunitas yang telah terdata di Provinsi NTB, beberapa komunitas penggerak literasi di Pulau Sumbawa difasilitasi dengan ruang bold. 

Sebelum kegiatan ditutup secara resmi, Karyani, M.Pd. dari Komunitas Literasi Tapak Seribu selaku peserta peserta menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti kegiatan. Ia mengaku jarang menemukan kegiatan yang memfasilitasi pegiat literasi, terutama pegiat di wilayah 3T, untuk mengembangkan bakat mereka. Untuk itu, Karyani mengucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah mewujudkan ruang temu yang bermanfaat dan berdampak masif. Baginya, kegiatan ini sekaligus memotivasi pegiat literasi untuk terus bergerak. "Selamat berjuang untuk teman-teman penggerak literasi!" pesannya kepada seluruh peserta yang hadir.

Dalam kegiatan hari ini, peserta juga diminta menandatangani komitmen untuk mengimbaskan ilmu yang diperoleh selama kegiatan pemberdayaan dan pendampingan berlangsung. Peserta juga diwajibkan mengirimkan karya berbentuk puisi, cerpen, ataupun esai sebagai hasil kegiatan pemberdayaan ini.