Kantor Bahasa Provinsi NTB Lakukan Inventarisasi Kosakata Bahasa Mbojo
Sebagai rangkaian akhir kegiatan inventarisasi kosakata bahasa daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tim Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Perkamusan dan Peristilahan Kantor Bahasa Provinsi NTB menuju Kabupaten Bima untuk mengumpulkan kosakata bahasa Mbojo pada tanggal 27--31 Januari 2024. Pengambilan data tahun 2024 ini dilaksanakan di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Tim berencana mengunjungi 3 titik yang ada di Kecamatan Wawo, yaitu Desa Maria, Desa Tarlawi, dan Desa Raba. Uma Lengge, rumah khas suku Mbojo yang berada di Kecamatan Wawo juga tidak luput menjadi objek yang dikunjungi oleh tim Kantor Bahasa Provinsi NTB.
Pada hari pertama, tim mengunjungi narasumber dari Desa Maria, Mukhlis, selaku Kepala Dusun di Desa Maria. Wawancara yang berlangsung di rumah narasumber tersebut, menghasilkan berbagai kosakata Mbojo yang berhubungan dengan sejarah masyarakat yang ada di Kecamatan Wawo. Menurutnya, bahasa Mbojo perlu digali lebih dalam lagi dan dijaga keberadaannya. “Bahasa Mbojo perlu ditelaah dan dikaji ulang, selain karena bahasa Mbojo perlu diwariskan kepada generasi selanjutnya, identitas masyarakat yang memakainya juga akan terjaga jika bahasa tersebut terawat terus menerus,” ujarnya.
Selain itu, arsitektur dan tradisi masyarakat kembali digali dengan kunjungan ke Uma Lengge yang berada tepat di seberang rumah Kepala Dusun tersebut. Selanjutnya, tim berkunjung ke rumah Bapak Muhammad Yassin Darsono yang merupakan budayawan di Bima. Dari wawancara diperoleh percakapan yang berhubungan dengan prosesi kegiatan khitan yang ada di Kecamatan Wawo. Yassin yang pernah mendapatkan Penghargaan Kalpataru pada tahun 2012 ini juga menjelaskan berbagai hal tentang sejarah keberadaan Desa Maria.
Pada hari kedua, waktunya berkunjung ke Desa Raba untuk bertemu dengan Ahmad dari komunitas Uma Lengge Mengajar. Dari wawancara dengan Ahmad, diperoleh pula pemahaman tentang tradisi masyarakat dan penajaman tentang pemahaman yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Selanjutnya, tim berkunjung ke Desa Tarlawi, desa yang berada di kaki bukit di Kecamatan Wawo yang merupakan desa perajin anyaman daun pandan dan bambu. Tim mewawancarai penduduk setempat yang masih aktif membuat anyaman tersebut untuk mengetahui pemahaman yang berhubungan dengan proses pembuatannya. Selain itu, tim juga mendengarkan Belaleha, sebuah sastra lisan tua dari suku Mbojo yang masih eksis hingga saat ini.
Sesuai jadwalnya, pada hari ketiga, tim akan berkunjung ke perkebunan kopi di dusun Kawae, Desa Maria Utara untuk berdiskusi dengan Arrahman Ama Rina, ketua kelompok dari Hutan Kemasyarakatan (HKM) Oi Rida untuk mengumpulkan data umum yang berhubungan dengan perkebunan dan kehutanan. Arrahman sendiri juga merupakan perintis jalur mata air yang ada dalam HKM yang hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Bersama Yassin Darsono, Arrahman memperoleh penghargaan Kalpataru pada tahun 2012.