Kantor Bahasa Provinsi NTB Berikan Pembinaan Tata Naskah Dinas di Lingkup Pemerintah Provinsi NTB
Mataram, 21 Februari 2024--Kantor Bahasa Provinsi NTB memberikan layanan fasilitasi kebahasaan dengan menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pergub No. 98 Tahun 2023 tentang Tata Naskah Dinas yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Provinsi NTB di Aula Graha Bakti Praja. Dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB menugasi dua narasumber, yaitu Toni Samsul Hidayat dan Zamzam Hariro yang didampingi oleh Hartanto. Kedua narasumber menyampaikan materi tentang Ejaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Indonesia dalam Tata Naskah Dinas.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Ahlul Wakti, S.T., M.T. dan diikuti oleh 90 peserta dari 49 perangkat daerah di lingkup Pemerintah Daerah Provinsi NTB. Dalam sambutan pembukaan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi para penanggung jawab naskah dinas di lembaga-lembaga pemerintah dan meyakinkan peserta bahwa kegiatan ini akan sangat menyenangkan dan membuka wawasan peserta tentang bahasa Indonesia dan tata naskah dinas yang baik, benar, dan efektif.
Kegiatan ini sejatinya sudah dibicarakan dan diinisiasi sejak akhir tahun 2023 oleh Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Setda Provinsi NTB yang berharap Kantor Bahasa Provinsi NTB dapat memberikan fasilitas narasumber. Sebagai wujud pelayanan dan komitmen menjadi lembaga yang bermanfaat, Kantor Bahasa Provinsi NTB tentu saja siap memberikan fasilitas itu sehingga penggunaan bahasa Indonesia dalam produk tata naskah dinas di lingkup Pemerintah Daerah Provinsi NTB berkembang semakin baik dan berkualitas.
Pemateri pertama, yaitu Zamzam Hariro menyampaikan beberapa kekeliruan ejaan yang sering terjadi dalam penulisan tata naskah dinas, seperti kesalahan dalam penggunaan tanda baca koma, titik koma, dan titik dua. Di samping kesalahan penulisan tanda baca, kesalahan lain yang juga sering dilakukan oleh pengonsep surat adalah kesalahan dalam penulisan kosakata nonbahasa Indonesia, penulisan huruf kapital, dan penulisan gelar.
Adapun pemateri kedua, yaitu Toni Samsul Hidayat menyampaikan praktik baik penulisan tata naskah dinas dengan membedah surat-surat yang dikeluarkan oleh Setda Provinsi NTB, mulai dari penulisan pada kop surat, kepala surat, salam pembuka dan penutup, kaki surat, isi surat, dan penulisan tembusan yang benar. Dalam praktik baik penulisan tata naskah dinas tersebut, pemateri kedua juga menyampaikan bagaimana paragraf pembuka dan penutup dalam surat, termasuk praktik membuat kalimat yang benar.
Peserta antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Beberapa dari peserta memberikan tanggapan, berbagi pengalaman, dan bertanya hal-hal yang masih membingungkan. Hampir semua peserta menyatakan sangat senang dengan kegiatan ini dan berharap ada tindak lanjut karena menurut mereka tidak mungkin mempelajari semua aspek kebahasaan pada naskah dinas dalam waktu dua jam. Berkaitan dengan harapan peserta ini, panitia berjanji akan melakukan tindak lanjut dengan berkoordinasi dengan BPSDMD, Bagian Diklat Pengembangan Kompetensi.