Laksanakan Bimtek, Kantor Bahasa Provinsi NTB Wujudkan Ketersediaan Buku Cerita Anak Berbahasa Daerah
Mataram, 27 Februari 2024-- Kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan Cerita Anak Berbahasa Daerah Sasambo Tahun 2024 dilaksanakan sejak tanggal 27 Februari 2024. Cerita anak merupakan produk penerjemahan yang dihasilkan oleh KKLP Penerjemahan di seluruh Balai dan Kantor Bahasa di seluruh Indonesia. Pada tahun 2022--2023 lalu, produk penerjemahan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dihasilkan melalui sayembara penerjemahan. Tahun ini, terobosan baru dilakukan dalam rangka menambah wawasan penulis cerita anak di Nusa Tenggara Barat, yakni dengan memberikan bimbingan teknis bagi calon penulis cerita anak. Format bimbingan teknis ini diharapkan mampu membuat kompetensi para penulis buku cerita anak berbicara daerah Sasambo meningkat sehingga berdampak pada peningkatan kualitas buku cerita anak dan produk penerjemahan yang dihasilkan.
Bimbingan teknis ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni sejak tanggal 27--29 Februari 2024. Peserta kegiatan ini berjumlah 50 orang, terdiri atas penulis cerita anak berbahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo yang sebelumnya telah melalui tahap seleksi. Seleksi dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap papan cerita yang telah dikirimkan oleh calon penulis buku cerita anak hingga terpilihlah 50 papan cerita terbaik dengan komposisi 20 cerita berbahasa Sasak, 13 cerita berbahasa Samawa, dan 17 cerita berbahasa Mbojo.
Sebanyak empat pakar hadir sebagai nara dalam kegiatan ini, yaitu Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, SS, M.Hum., Praktisi penulis, Benny Rhamdani, Plt. Kepala Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, H. Amir, S.Pd., M.Pd., dan ketua UAC Creative Studio, Mashur Hadi. Masing-masing membawakan materi terkait "Tata Bahasa Penulisan Cerita Anak dan Buku Bahan Literasi", "Perpustakaan sebagai Wadah Buku, Penulisan Papan Cerita Buku Cerita Anak", dan "Teknik Penulisan Deskripsi Ilustrasi bagi Penulis". Dalam pelaksanaannya, peserta ikut serta dalam dua kelas untuk memudahkan proses penerimaan materi.
Hari pertama, materi disampaikan oleh H. Amir, S.Pd. selaku Plt. Kepala Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Provinsi NTB. H. Amir melaksanakan tugas perpustakaan dalam menyelenggarakan tugas pengarsipan karya cetak dan karya rekam, penyediaan bahan bacaan, dan peningkatan minat baca masyarakat. Alimin, salah satu peserta menanyakan strategi yang dilakukan Plt. Dinas Pusatakaan dan Kearsipan Provinsi NTB dalam meningkatkan minat baca masyarakat. H. Amir menanggapi dengan menjelaskan giat dan kolaborasi yang dilakukan bersama komunitas literasi yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berbagai fasilitas, seperti pengadaan buku, kegiatan, dan ruang giat literasi telah disediakan untuk komunitas yang bekerja sama dengan dinas.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Puji Retno Hardiningtyas terkait "Penulisan Papan Cerita Buku Cerita Anak". Sebelum masuk ke materi penulisan papan cerita, Puji Retno terlebih dahulu menegaskan pemahaman penulis terkait kriteria dan perjenjangan calon buku cerita anak. Selain itu, ia pentingnya pentingnya papan cerita yang detail dan jelas untuk pengembangan cerita yang baik.
Benny Rhamdani, penulis cerita anak yang menjadi narasumber terkait materi "Penulisan Papan Cerita Buku Cerita Anak" menyampaikan banyak tips dan kriteria papan cerita yang menarik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan penulis adalah terkait penggunaan bahasa yang sebaiknya sesuai dengan kaidah kebahasaan, baik dari segi ejaan maupun penyusunan kalimat. Jumlah kata, kalimat, dan halaman buku per jenjang juga harus disesuaikan dan diseragamkan oleh penulis. Hal yang paling harus diperhatikan penulis adalah topik dan konten cerita yang mengandung unsur SARA dan perundungan. Kadang penulis tidak sadar ada stereotipe-stereotipe dalam kisahnya. Paling sering kita temui adalah anak bertubuh gemuk yang selalu diidentikkan dengan anak yang banyak makan. Padahal, bisa jadi ada hal-hal lain yang menyebabkan si anak gemuk. Perhatian khusus terkait hal-hal semacam ini perlu diberikan," tuturnya. Setelah materi dipaparkan, Benny menelaah satu per satu papan cerita milik penulis cerita anak.
Narasumber Mashur Hadi, akrab disapa Bang Uung, menyampaikan materi terkait "Teknik Penulisan Ilustrasi Deskripsi bagi Penulis". Ilustrator yang biasa disapa Bang Uung ini menekankan pentingnya penulis menjelaskan dengan detail deskripsi visual dari cerita yang diinginkan. Baginya, ilustrator akan lebih mudah menafsirkan bila deskripsi disampaikan secara sederhana dan tidak dalam narasi. Untuk memudahkan penulis, Bang Uung memberikan template minimal untuk deskripsi visual yang di antaranya memuat tokoh, ekspresi, situasi, sudut pandang, colortone, background, middleground, dan foreground.
Materi akan terus berlanjut hingga kegiatan ditutup pada 29 Februari 2024. Sebelum penutupan esok hari, peserta akan diminta untuk menandatangani komitmen mengembangkan papan untuk menjadi cerita yang utuh.