Luncurkan Peta Kemahiran Berbahasa Indonesia, Kantor Bahasa Provinsi NTB Rangkul Pemangku Kepentingan

Mataram, 29 Februari 2024--Peluncuran Buku Peta Kemahiran Berbahasa Indonesia Tahun 2023 dilaksanakan oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra dalam Kegiatan Desiminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia. Kegiatan ini mengundang seluruh pemangku kepentingan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tidak menyia-nyiakan kesempatan berkumpul kali ini, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat juga menyelenggarakan kegiatan yang mengundang secara memikat sebanyak 20 pemangku kepentingan pendidikan di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait pelaksanaan UKBI di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Dalam kesempatan ini, seluruh peserta terundang hadir memenuhi Ruang Bayan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun peserta yang diundang terdiri atas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Kepala Kementerian Agama Kota Mataram, Kepala Kementerian Agama
Lombok Barat, dan 15 Kepala SMP dan SMA serta jenjang yang sederajat, baik negeri maupun swasta. Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan kerja sama yang baik antara Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan sekolah-sekolah di bawah dinas pendidikan serta kementerian agama agar UKBI dapat diterapkan sebagai alat ukur kemahiran berbahasa siswa dan guru di setiap sekolah.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, SS, M.Hum. Dalam sambutannya, Puji Retno menyampaikan pentingnya kegiatan diseminasi yang dilaksanakan untuk memperkuat minat dan memberi motivasi bagi pengambil kebijakan di lingkungan sekolah dalam penyelenggaraan UKBI. Menurutnya, UKBI tidak hanya bermanfaat untuk mengukur kemahiran berbahasa siswa, tetapi juga mampu menjadi jembatan untuk mencetak prestasi bagi sekolah-sekolah yang memiliki giat UKBI. Ia kemudian menceritakan bagaimana SMPN 15 Mataram mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atas giat UKBI yang luar biasa, tidak hanya menyentuh kuantitas peuji, tetapi juga kualitas peujinya.

Puji Retno juga memaparkan hasil perolehan peuji di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024. Secara kuantitas, peuji di Provinsi Nusa Tenggara Barat selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Ia melaporkan bahwa pada tahun 2023, tercatat sebanyak 10.064 peserta uji yang telah mengikuti UKBI dan mendapat sertifikat UKBI sebagai bukti keikutsertaan. Jumlah ini menghasilkan penghargaan terbaik III kategori Persentase Capaian Target dan terbaik VIII kategori Jumlah Peserta Uji Terbanyak dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah berpartisipasi dalam mencapai angka ini. “Hasil ini sekaligus menjadi bukti bahwa UKBI kini telah menjadi alat uji bagi seluruh kalangan dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di mana pun mereka berada. Dengan fasilitas ini, mari kita manfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita,” tuturnya di akhir sambutan.

Setelah kegiatan dibuka, sebelum ikut bergabung dengan pelaksanaan diseminasi di Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, terlebih dahulu dilakukan sesi berbagi praktik baik yang disampaiakan oleh perwakilan dari SMPN 15 Mataram dan SMPN 5 Mataram. Dewi Tutini Yulianti mewakili Kepala SMPN 15 Mataram menyampaikan tahapan giat UKBI yang dilaksanakan di SMPN 15 Mataram sejak tahun 2021. Ia menyebutkan mulanya di SMPN 15 Mataram, UKBI hanya diujikan semata-mata untuk mengukur kemampuan siswa. Lama-kelamaan, guru merasakan perubahan yang terjadi pada siswa, terutama dalam hal penggunaan bahasa siswa. Oleh karena itu, UKBI memutuskan menjadi tes yang wajib dilaksanakan setiap tahun di SMPN 15 Mataram. Giat UKBI ini dilanjutkan dengan tindak lanjut atas nilai UKBI siswa. Siswa yang memiliki nilai di atas Unggul terus dibina hingga seluruh potensinya dalam bidang bahasa dapat disalurkan. Hasilnya, SMPN 15 Mataram terpilih sebagai salah satu dari 20 sekolah yang memiliki giat UKBI terbaik di seluruh Indonesia. “Tim yang solid dibutuhkan untuk mendapatkan hasil pengujian yang maksimal. Selain itu, kita harus sadar bahwa penghargaan bukan satu-satunya hal yang kita cari, melainkan peningkatan kemahiran siswa lah yang ingin kita dapatkan,” tegas Dewi Tutini.

Ida Ayu Putu Armyani selaku Kepala SMPN 5 Mataram juga menceritakan bagaimana awal mula UKBI menjadi giat yang terus dilaksanakan di SMPN 5 Mataram. "Kami sadar salah seorang siswa kami yang mendapat nilai tinggi dalam UKBI, yaitu 650, menunjukkan kemajuan yang baik dalam pembelajaran. Ia berbakat dalam membuat puisi, membuat cerpen, berbicara, dan kemampuan berbahasa lainnya. Kami ingin dampak semacam ini dirasakan oleh seluruh siswa, " ungkapnya. Ia menyampaikan bahwa tindak lanjut dari kegiatan UKBI ini berupa pelatihan bagi siswa sesuai dengan jenjang kemahiran siswa.

Setelah berbagi praktik dengan baik, kegiatan dilanjutkan dengan menyimak penyampaian materi diseminasi yang diselenggarakan oleh Pusat pelatihan Bahasa dan Sastra. Hartanto selaku koordinator KKLP UKBI juga meminta seluruh pemangku kepentingan yang hadir menyampaikan perkiraan pelaksanaan UKBI bagi staf terkait sebagai tindak lanjut dari kegiatan. sama dengan Arahan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kantor Bahasa juga menyediakan layanan pendampingan dan pembimbingan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi siswa maupun guru.

Kegiatan ditutup dengan berbagai hal yang disampaikan oleh Kepala Kantor Bahasa. Dilakukan pula penyerahan piagam secara simbolis dari Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat kepada Hartanto selaku Koordinator KLP UKBI Provinsi Nusa Tenggara Barat.