Kantor Bahasa Provinsi NTB Berpartisipasi dalam Kegiatan Rakor Balai Guru Penggerak Provinsi NTB

Mataram, 5 Maret 2024--Kantor Bahasa Provinsi NTB diwakili oleh Toni Samsul Hidayat menghadiri acara pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) Angkatan 10 yang diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak Provinsi NTB di Hotel Golden Palace, Mataram pada tanggal 5—7 Maret 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta yang terdiri atas unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, dinas pendidikan kabupaten/kota se-NTB, cabang dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten/kota se-NTB, dan fasilitator, serta pengajar praktik Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan selama tiga hari ini dilakukan secara tatap muka dan daring melalui tautan Zoom yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pendampingan berkaitan dengan Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 yang akan dilaksanakan setelah kegiatan ini. Pembukaan dilaksanakan dengan beberapa rangkaian acara, yaitu Tari Kemeq yang ditampilkan oleh siswa SDN 7 Mataram, video profil Balai Guru Penggerak Provinsi NTB, Lagu Indonesia Raya, dan doa. Setelah itu, sambutan dan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Umum Balai Guru Penggerak (BGP) Mas’ud, S.Pd. mewakili Kepala Balai yang saat kegiatan ini berlangsung sedang bertugas ke Makassar.

Sesi terakhir acara adalah sambutan dan materi sekaligus pembukaan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd. Dalam sambutan dan materinya, Kepala Dinas Pendikan dan Kebudayaan Provinsi NTB menyatakan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menyampaikan bahwa guru penggerak bukanlah guru biasa dengan kemampuan yang standar. Mereka adalah guru yang memiliki kemampuan lebih yang mampu memaksimalkan peran dalam mengajar, yaitu menuntaskan seluruh tahapan pembelajaran, mulai dari penyiapan materi, penyampaian materi, evaluasi, dan penyelesaian administrasi; mampu memaksimal peran dalam mendidik, yaitu mengubah peserta didik menjadi peribadi yang tidak hanya pintar, cerdas, dan pandai, tetapi juga memiliki sikap dan mental yang baik, rendah hati, dan terbuka untuk mau belajar dari siapa pun; dan mampu memaksimalkan peran dalam melatih, yaitu kemampuan menjadikan diri, peserta didik, dan lingkungan untuk terbiasa dengan budaya yang baik yang berorientasi pada perubahan dan tidak puas dengan capaian yang ada sehingga terus mengembangkan diri dari waktu ke waktu.