Hasilkan Rekomendasi Guru Master RBD, Kantor Bahasa Perkuat Melalui Diskusi Terbuka Bimtek

Mataram, 7 Maret 2024--Bimbingan Teknis Guru Master dalam Rangka Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah memasuki hari ketiga. Sejak dibuka pada tanggal 5 Maret 2024 lalu, bimbingan teknis pembelajaran bahasa daerah yang terbagi dalam tujuh kemampuan berkesenian, yakni penulisan cerita pendek, pidato, pembacaan puisi, mendongeng, komedi tunggal, menulis aksara, dan tembang.

Dalam pelaksanaannya, bimbingan teknis bagian dalam enam kelas, yaitu kelas Sasak, Samawa, dan Mbojo masing-masing dalam jenjang SD dan SMP. Setiap materi dibelajarkan dalam 3 jam mata pelajaran. Tidak hanya diberi paparan materi terkait teori dalam tujuh kemampuan berkesenian, peserta juga diminta untuk praktik secara langsung. Beberapa peserta diminta membaca puisi, membaca dongeng, bahkan melakukan komedi tunggal. Lebih jauh lagi, guru-guru juga dituntut untuk memahami cara membela materi kepada siswa.

"Waktu bimbingan teknis kali ini lebih panjang bila dibandingkan tahun lalu. Tujuannya agar guru master bahasa daerah lebih leluasa menerima materi dan punya waktu lebih banyak calon untuk berdiskusi dengan narasumber. Kami harap seluruh guru master punya komitmen yang sama, yakni menginbaskan materi yang telah diterima , " Dr. Puji Retno Hardiningtyas selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan harapannya saat berkeliling mengelilingi kelas. Puji Retno juga meminta peserta untuk serius dan disiplin dalam menerima materi karena ia tidak ingin materi yang disampaikan hanya mengendap di dalam diri guru master.

Untuk menjaga komitmen peserta, setelah tujuh materi disampaikan oleh narasumber, peserta diminta berkumpul untuk menyusun dokumen komitmen bersama. Komitmen bersama ini akan ditandatangani oleh seluruh peserta sebelum penutupan kegiatan esok hari. Selain itu, Kasman, M.Hum. dan Gilang Aryo Damar, SS selaku anggota KKLP Pelindungan Bahasa dan Sastra juga memberikan materi pengimbasan bagi peserta dalam sesi terakhir hari ini. Materi pengimbasan diberikan untuk memastikan seluruh pihak terkait, baik pihak pemerintah daerah selaku pengambil kebijakan dan peserta memiliki kesamaan persepsi dalam proses pengimbasan. Dengan demikian, pengimbasan yang akan dilakukan pada tahun 2024 memperoleh hasil yang maksimal.