Kantor Bahasa Provinsi NTB Gelar Penyegaran Program BIPA
Mataram, 23 Maret 2024-- Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Program Penyegaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024. Bentuk kegiatan berupa pelaksanaan lomba kebahasaan yang diikuti oleh penutur asing di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yakni Lomba Berpidato, Lomba Mendongeng, dan Lomba Membaca Puisi. Pada tahun 2024, Program Penyegaran dilaksanakan di Hotel Aston Inn dengan dihadiri oleh peserta dari berbagai instansi pendidikan internasional, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Dea Malela dan Sekolah Nusa Alam menjadi dua sekolah di antaranya.
Iwa Lukmana, MA selaku Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa berkesempatan memberi Berbagai dan membuka kegiatan. Dalam sambutannya, Iwa menyampaikan apresiasi besar terhadap partisipasi masyarakat asing dalam kegiatan ini. "Ini bentuk upaya kami mengglobalkan bahasa Indonesia. Di Indonesia, bahasa Indonesia menjadi bahasa penghubung dengan berbagai latar belakang masyarakat bahasa ibu. Tentu, kami ingin bahasa Indonesia mampu menjadi penghubung dalam area yang lebih luas, yaitu masyarakat internasional. Terima kasih karena Adek-Adek peserta telah berpartisipasi dalam mewujudkan mimpi kami ini," tuturnya.
Sejalan dengan apa yang disampaikan Dr. Iwa Lukmana, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, M.Hum. selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB turut mengucapkan rasa terima kasih atas keikutsertaan peserta dari berbagai latar budaya. “Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah belajar bahasa Indonesia dengan cara yang menyenangkan. Kalah menang tidak menjadi soal, yang penting keberanian dan kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia,” Puji Retno menyampaikan semangat kepada para peserta.
Terdapat sebanyak 17 peserta dalam kegiatan ini. Peserta tersebut berasal dari penutur jati bahasa Rusia, Thailand, Inggris, Kanada, dan China. Peserta mendongeng membacakan cerita-cerita hasil Sayembara Penulisan Cerita Anak Tahun 2023. Di antara cerita-cerita yang dibacakan adalah Sate Bulayak Buatan Nenek, Kangkung Tumis Si Adam, dan Put Put Keciput.
Peserta lomba membaca puisi membacakan dua puisi, yaitu satu puisi wajib dari sastrawan besar Indonesia, seperti Taufik Ismail dan WS Rendra, dan satu puisi pilihan. Kebanyakan puisi pilihan yang dibawakan ditulis sendiri oleh peserta. Sarah, misalnya, peserta yang berasal dari Inggris, membawakan puisi berjudul "Semangat Membara" hasil karyanya. Begitu pula Bai Lu Yi Liang, peserta asal China, membacakan puisi tentang usahanya berbahasa Indonesia berjudul "Kutempuh dengan Usaha".
Sementara itu, peserta lomba berpidato harus menyampaikan pidato dengan tema Penginternasionalan Bahasa Indonesia. Peserta menyampaikan pidato dengan beragam judul, seperti "Pentingnya Melestarikan Bahasa Indonesia", "Kemudahan Berbahasa Indonesia", dan "Internasionalisasi Bahasa Indonesia". Menariknya, salah satu peserta berasal dari Thailand, Usaifah, baru belajar bahasa Indonesia selama 5 bulan. Dalam waktu singkat itu, Usaifah mampu menyampaikan pidato dalam bahasa Indonesia dengan lancar.
Kegiatan penyegaran kali ini dituntaskan dengan pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan kepada pemenang. Gelar diberikan kepada enam peserta, yakni pemenang I--III dan harapan I--III. Pemenang Lomba Membaca Puisi berturut-turut dari Pemenang I ialah Omarov Ahmed, Sarah J. Ibrahim, Muhammad Lutfee, Nada Madlem, dan Bai Lu Yi Liang. Sementara itu, pemenang Lomba Berpidato berturut-turut dari Pemenang I ialah Shareef Minburi, Daneer Kerdyoo, Omorov Ramazan, kusaifah Cha Tae, dan Zakariyya. Terakhir, pemenang Lomba Mendongeng berturut-turut dari Pemenang I antara lain Noorkhoiree Manmin, Isaac Elijah Friend, Enok Samuel Friend, Irfan Kuyem, Sarah J. Ibrahim, dan Bai Lu Yi Liang.