Komitmen Laksanakan ZI-WBK Secara Berkelanjutan, Kantor Bahasa Provinsi NTB Lakukan Serangkaian Evaluasi

Mataram, 1 April 2024--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus berupaya mewujudkan komitmen pelaksanaan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) dari berbagai lini. Salah satu upaya yang konsisten dilaksanakan adalah rapat pemantauan dan evaluasi tata laksana ZI-WBK, yaitu evaluasi pelaksanaan ZI-WBK Triwulan I, pemaparan hasil evaluasi pelaksanaan POS, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Triwulan I, evaluasi pengembangan laman dan produk inovasi, dan sosialisasi penginputan SKP evaluasi triwulan I.

Rangkaian kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas. Sejak awal pembukaan rapat, beliau menegaskan bahwa pelaksanaan ZI-WBK harus tetap pada komitmen keberlanjutan yang telah dilaksanakan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sejak tahun 2021.

"Saya berharap semua pegawai tetap berkomitmen untuk melaksanakan ZI-WBK. Kita harus mengerahkan semua aspek. Apapun hasilnya, setidaknya kita membuktikan komitmen dan upaya kita untuk terus memperbaiki lembaga," ungkapnya memberikan motivasi dan penguatan Arah ke seluruh pegawai.

Pemaparan evaluasi ZI-WBK Triwulan I diberikan oleh Ketua Reformasi Birokrasi Internal (RBI), Kilep Mariani dan Koordinator Pengungkit I, Lentera Nurani Setra. Pada materi ini, Lentera selaku koordinator Area Perubahan menyampaikan pentingnya peran Agen Perubahan dan pelaksanaan program yang dijalankannya. Selanjutnya Rizki Gayatri selaku Koordinator Pengungkit II, yaitu Penataan Tata Laksana bersama tim menjelaskan hasil evaluasi POS, SPBE, dan KIP Triwulan I Tahun 2024. Dari materi yang dijelaskan, sebagian besar hasil evaluasi menyatakan pelaksana ketiga elemen tersebut telah berjalan maksimal. Namun, masih terdapat hal-hal yang perlu ditingkatkan kualitasnya, antara lain pelaksanaan POS, penguatan SPBE, dan informasi masyarakat yang lebih mumpuni.

Selanjutnya, rapat evaluasi dilanjutkan dengan diskusi pengembangan situs dan produk inovasi digital Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan bahwa pembentukan tim yang efektif perlu dilakukan guna mengembangkan, menerapkan, menatau, dan menghasilkan hasil inovasi yang lebih bermanfaat.

Selanjutnya dilakukan sosialisasi pengisian SKP pada evaluasi triwulan I melalui aplikasi e-SKP. Made Ana Susanthi selaku admin e-SKP menjelaskan alur dan tata cara pengisian. Pada bagian ini, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat serta menjelaskan dan menjadi contoh pengisian evaluasi triwulan I e-SKP yang telah selesai. Ia kembali menekankan pentingnya menjaga dan kerapian administrasi SKP disertai bukti dukung yang sah.