Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kantor Bahasa Provinsi NTB Lakukan Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima dan Mitigasi Risiko

Mataram, 5 April 2024--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal itu dilakukan agar masyarakat umum sebagai penerima layanan dapat merasakan manfaat yang maksimal dari setiap pelayanan yang diberikan oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB. Oleh karena itu, salah satu cara yang ditempuh guna mencapai tujuan tersebut adalah dengan memastikan seluruh pegawai memiliki pemahaman dan informasi yang tepat dalam pengelolaan dan penyajian layanan kepada masyarakat umum melalui sosialisasi-sosialisasi yang rutin dilakukan kepada para pegawai Kantor Bahasa Provinsi NTB.

Pada hari ini, Kantor Bahasa Provinsi NTB melaksanakan Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima Triwulan II agar para pegawai memahami pengelolaan dan penyajian informasi dan data Kantor Bahasa Provinsi NTB dalam laman. Selain itu, untuk mengantisipasi adanya kendala dan kekurangan dalam kegiatan, dilakukan pula Sosialisasi Mitigasi Risiko.

Sosialisasi ini melibatkan seluruh pegawai Kantor Bahasa Provinsi NTB. Baiq Ayu Candra selaku Koordinator PPID menyampaikan materi sosialisasi terkait informasi dan data yang tersedia di laman PPID Kantor Bahasa Provinsi NTB. Ia menyampaikan bahwa informasi ini perlu terus diperbarui dan untuk pembaharuan perlu adanya keterlibatan seluruh pegawai sesuai tugas dan fungsinya. Puji Retno Hardiningtyas selaku Kepala Kantor juga menekankan bahwa informasi ini perlu diketahui dan dipahami pegawai karena halaman dan media sosial merupakan wajah Kantor Bahasa Provinsi NTB. “Saya harap semua pegawai mengetahui dan memahami setiap informasi publik yang kami sajikan kepada masyarakat umum,” ujarnya menanggapi materi sosialisasi.

Dalam sosialisasi Mitigasi Risiko, Lale Li Datil selaku koordinator Tim Mitigasi Risiko memberi materi terkait hal-hal yang perlu diidentifikasi dalam pengendalian risiko. Ia memaparkan bahwa risiko perlu dijelaskan sedetail mungkin dengan memerhatikan kemungkinan terjadinya kendala atau hambatan dalam pelaksanaan tugas. Selain itu, perlu dilakukan tindak lanjut dari risiko yang muncul agar pada pelaksanaan kegiatan selanjutnya risiko serupa tidak muncul kembali. Selanjutnya, Tim Mitigasi Risiko meminta setiap tim pelaksana tugas terlebih dahulu melakukan penelahan risiko yang mungkin terjadi dalam tugasnya. Penelahan risiko dihimpun dalam bentuk Google sehingga data terintegrasi.