Perluas Manfaat Kemitraan, Kantor Bahasa Provinsi NTB Gandeng Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa

Mataram, 18 April 2024--Tugas dan fungsi kemitraan yang dilaksanakan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus diperkuat pada tahun 2024 ini. Sasaran penguatan kemitraan menyasar Fakultas Psikologi dan Humaniora, Universitas Teknologi Sumbawa.

Kegiatan kemitraan bersama dengan Universitas Teknologi Sumbawa telah aktif dilakukan sejak tahun 2017. Pada hari ini, Kamis (18/4), bertempat di Ruang Anjani Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah dilakukan penandatanganan Kontrak Kerja Sama antara Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Fakultas Psikologi dan Humaniora, Universitas Teknologi Sumbawa.

Pada kegiatan ini, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas menyampaikan jalinan kemitraan yang telah berlangsung lama. Ia menekankan kemitraan pada kebutuhan kedua pihak dan perluasan jangkauan layanan agar memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Saat ini kami fokus pada program-program layanan. Untuk program BIPA yang merupakan salah satu program prioritas internasionalisasi bahasa Indonesia, kami berharap adanya pengembangan kerja sama yang menjangkau banyak pihak. Pada tahun 2023, kami memberikan pelatihan pengajaran BIPA untuk Universitas Hamzanwadi," ujar Puji Retno memberikan pandangan terkait arah kerja sama dengan Dekan Fakultas Psikologi dan Humaniora, Ivon Arisanti.

Pada kerja sama tahun 2024 ini, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Fakultas Psikologi dan Humaniora, Universitas Teknologi Sumbawa sepakat melaksanakan berbagai program kemitraan dalam hal UKBI Adaptif Merdeka, BIPA, Pengembangan Kamus Bahasa Daerah, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Seminar Bahasa dan Sastra, dan Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Ivon Arisanti selaku Dekan menyatakan harapannya bahwa berbagai program yang telah disepakati dapat dituangkan dalam bentuk Rencana Kerja dan dilaksanakan bersama. Ia menuturkan sekaligus menganjurkan adanya program pelatihan BIPA dan UKBI yang menyasar mahasiswa yang berkuliah di universitas-universitas yang ada di Taiwan. Hal ini ia sampaikan karena adanya pengalaman menjadi mahasiswa dan pengurus Perhimpunan Mahasiswa Indonesia selama berada di Taiwan.

"Di universitas yang ada di Taiwan jurusan bahasa Indonesia. Menurut saya, ini bisa menjadi program yang tepat terkait pelatihan BIPA dan UKBI bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di sana. Saya akan berusaha menjembatani pihak Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan universitas yang ada di Taiwan. Program ini merupakan program yang dibutuhkan dan dapat memberikan manfaat bagi siswa. Selain itu, pengajaran bahasa Indonesia dapat terealisasikan di negeri Taiwan," tandasnya menjelaskan upaya perluasan pengajaran BIPA dan UKBI yang melibatkan siswa.

Rencana tersebut akan dituangkan dalam bentuk Rencana Kerja sehingga kedua pihak dapat melaksanakan realisasi sesuai target. Terutama adanya tujuan kemitraan yang fokus pada peningkatan kualitas layanan dan dampak layanan bagi masyarakat.