Kantor Bahasa Provinsi NTB Hadiri Lokakarya Angkatan 7 Program Guru Penggerak

Mataram, 28 April 2024-- Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mempererat kemitraan antarinstansi dalam Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan kehadiran Kantor Bahasa dalam kegiatan Lokakarya 7 sebagai penutup program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 9 yang dilaksanakan oleh Balai Guru Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat diwakili oleh Koordinator Tim Teknis, Kasman, M.Hum.

Kegiatan ini mengusung tema "Panen Hasil Belajar". Sesuai tema tersebut, kegiatan bertujuan menuai benih-benih baik yang telah ditanamkan guru penggerak kepada siswa. Hasil karya siswa dari didikan guru penggerak angkatan 9 ditampilkan untuk mensaksikan pemangku kepentingan pendidikan di wilayah Kota Mataram. Adapun pejabat yang ikut hadir yakni Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram mewakili Wali Kota Mataram dan Kepala Sekolah perwakilan guru penggerak di Kota Mataram. Dalam kegiatan ini, hasil belajar yang ditampilkan berupa tarian, poster, karya seni, dan alat peraga yang dibuat siswa dihadirkan dalam pameran.

Dalam Berbagai yang dibacakan Kepala Dinas Kota Mataram, yakni Yusuf, S.Pd., Wali Kota Mataram menyampaikan bahwa saat ini, Indeks Pelayanan Publik Pendidikan Kota Mataram saat ini telah mencapai Tuntas Pratama. Baginya, hal ini juga didukung oleh meningkatnya kompetensi guru di Kota Mataram. “Tentu saja, salah satu yang mendukung adalah Balai Guru Penggerak dengan fasilitasi lokakarya yang diberikan,” tuturnya.

Sejalan dengan apa yang dilakukan Balai Guru Penggerak, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat juga memiliki program yang memfasilitasi guru, khususnya guru SD dan SMP, untuk meningkatkan kompetensi di bidang bahasa. Program tersebut berupa Bimbingan Teknis Guru Master Bahasa Daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo dalam rangka merevitalisasi bahasa daerah. Dalam penjaringan calon guru master, Kantor Bahasa juga mempertimbangkan keterlibatan pendidik sebagai guru penggerak. “Ini bentuk kolaborasi yang efektif untuk meningkatkan kualitas guru secara menyeluruh di berbagai bidang. Oleh karena itu, guru hadir dalam paket lengkap dan memiliki peluang lebih besar dalam menggerakkan pendidikan,” Kasman, M.Hum. mengutarakan atas kolaborasi BGP dan Kantor Bahasa.

Dalam perbincangan kolaborasi Kantor Bahasa dan BGP Provinsi NTB pada bulan Januari lalu, Dr. Puji Retno Hardiningtyas selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB pernah menyampaikan gagasan pelibatan Kantor Bahasa dalam proses pelatihan guru penggerak. Wawasan tersebut seperti pelatihan kemahiran berbahasa, pemanfaatan buku bermutu dalam rangka peningkatan budaya literasi, dan pembelajaran literasi terdiferensiasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat segera terwujud dan akan terus berlanjut demi terwujudnya pendidikan yang berkesinambungan dan satu tujuan.