FTBIN Resmi Dibuka, Mendikbudristek Apresiasi Revitalisasi Bahasa Daerah
Jakarta, 2 Mei 2024--Gelaran Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional Tahun 2023 resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makariem. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah menginisiasi program Revitalisasi Bahasa Daerah yang melahirkan FTBIN sejak tahun 2022. Dalam hal ini, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah aktif berpartisipasi menyukseskan program Revitalisasi Bahasa Daerah sejak tahun 2022 dengan menampilkan tiga bahasa besar di Nusa Tenggara Barat, yaitu bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo.
Kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 1--5 Mei 2024 ini menghadirkan Mendikbudristek (Nadiem Anwar Makariem), Bunda Bahasa Ibu (Franka Nadiem Anwar Makariem), Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek (Suharti), pimpinan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, jajaran DWP Kemendikbudristek, pimpinan kepala balai/kantor bahasa, pemangku kepentingan, dan seluruh peserta FTBIN. Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makariem, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa keanekaragaman bahasa harus dijunjung tinggi, dalam arti bahwa kekayaan bahasa merupakan salah satu aset bangsa.
“Kita adalah bangsa yang besar dengan keanekaragaman suku, bahasa, etnis, dan ras. Akan tetapi, sampai saat ini kita telah membuktikan bahwa kita berdiri tegak dan bersatu. Salah satu hal yang membuat kita tetap kuat adalah peran bahasa, termasuk bahasa daerah. Saya mengapresiasi capaian program Revitalisasi Bahasa Daerah yang mewujudkan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional. Kegiatan ini mencerminkan semangat untuk terus menggelorakan pendidikan dan persatuan melalui keunikan bahasa daerah,” ungkapnya saat memberikan arahan di Hotel Sultan Jakarta.
Pesan apresiasi dan semangat yang disampaikan Mendikbudristek sejalan dengan pernyataan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz. Berdasarkan laporan yang disampaikan, ia menekankan bahwa tantangan lain dalam menyukseskan program Revitalisasi Bahasa Daerah ini adalah memastikan bahwa pelestarian bahasa daerah dilakukan oleh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.
“Kami berupaya agar bahasa daerah bisa sejajar dengan talenta lainnya. Kemendikbudristek mendukung penuh program prioritas ini dan kami memfasilitasi kreativitas bahasa daerah dengan para maestro. Pada FTBIN ini, hadir 513 siswa yang terdiri atas 238 siswa SD dan 275 siswa SMP. Sudah banyak pengalaman heboh yang dibagikan oleh para peserta ke teman, guru, dan masyarakat di kampung halamannya. Mereka tidak pernah menyerah dan terus meningkatkan kreativitasnya. Mereka tidak pernah mengira bahwa talenta bahasa daerah akan mendapat apresiasi dari lembaga/kementerian yang telah menerima kehadiran adik-adik kita di sini, berkumpul bersama, dan menyaksikan pertunjukan mereka,” jelas Aminudin mengungkapkan makna gelaran FTBIN bagi para peserta.
Selain itu, Bunda Bahasa Ibu, Franka Makariem juga turut serta memberikan penawaran mengenai bahasa daerah. Menurutnya, bahasa daerah perlu dirayakan dengan kesungguhan untuk melegasikan pelestarian bahasa daerah di Indonesia.
"FTBIN ini melengkapi kebahagiaan saya. Adik-adik para penutur bahasa daerah, kalian adalah harapan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berkemajuan dalam berkebudayaan. Kita dalam kearifan lokal sangat beragam dan semakin cepat dalam menghadapi tantangan masa kini. Bahasa daerah menunjukkan tren penurunan penggunaan sehari- hari oleh penuturnya, padahal pengetahuan lokal menyimpan gagasan-gagasan. Misalnya, bergotong royong menjalankan peran yang sangat penting dalam menjalankan pertumbuhan lingkungan yang kondusif. Kalian harus terus banggakan bahasa daerah dan kalian bawa sampai nanti keluarga, melibatkan anak-anak dalam kegiatan besar budaya,” pesan Franka untuk memperkuat peran penutur asli dalam keluarga dan masyarakat.
Pelaksanaan FTBIN ini sejalan dengan program Merdeka Belajar Episode ke-17 yang diluncurkan oleh Mendikbudristek pada tanggal 22 Februari 2022 lalu. Sebagai tahapan dari Revitalisasi Bahasa Daerah, Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan keragaman bahasa daerah dan menyebarkan semangat kecintaan dan ekspresi kebanggaan terhadap bahasa daerah. Mengusung tema “Melestarikan Bahasa Daerah, Menjaga Kebinekaan Indonesia”, FTBIN 2023 digelar dalam bentuk pementasan dan penampilan para tuna bahasa ibu dari 26 provinsi yang mewakili 72 bahasa daerah yang direvitalisasi pada tahun 2023.
Kegiatan dirangkaikan dengan peluncuran buku seminovel Revitalisasi Bahasa Daerah dan penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kepada pemerintah daerah terpilih sebagai penghargaan pelaksanaan FTBI Tahun 2023. Penyerahan penganugerahan dilakukan oleh Mendikbudristek. Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil mendapatkan penghargaan atas dukungan, komitmen, dan kontribusi nyata dalam pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah di NTB. Penjabat Gubernur Provinsi NTB (Lalu Gita Ariadi) diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Aidy Furqan menerima langsung penghargaan di Aula ASEAN, Hotel Sultan Jakarta.
Kegiatan pembukaan FTBIN secara resmi diakhiri dengan pembacaan puisi “Senandung Kuntum Zamrud” karya Godi Suwarna/Iman Soleh oleh perwakilan peserta FTBIN. Selanjutnya, rangkaian kegiatan diisi oleh Rapat Koordinasi Revitalisasi Bahasa Daerah yang diikuti oleh para pemangku kepentingan dari berbagai pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.