FTBIN 2023 Resmi Ditutup, Kepala Badan Bahasa Pesan Rawat Revitalisasi Bahasa Daerah

Jakarta, 4 Mei 2024--Rangkaian kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) Tahun 2023 telah memasuki akhir kegiatan. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek selaku penyelenggara kegiatan mengapresiasi penuh keterlibatan dan partisipasi aktif Balai/Kantor Bahasa sebagai penyelenggara Festival Tunas Ibu di berbagai daerah. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mendampingi 30 peserta yang berasal dari perwakilan bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Pada penutupan kegiatan ini, pembukaan kegiatan diisi dengan para penampil perwakilan dari 20 provinsi di Indonesia, salah satunya perwakilan kontingen Provinsi NTB. Perwakilan siswa bahasa Sasak membawakan tembang dan bewaran Mandalika, perwakilan siswa bahasa Samawa membawakan sakeco, batutir Tanjung Menangis, dan seketir, dan siswa perwakilan bahasa Mbojo membawakan dongeng La Hila,, dan permainan daerah Mbojo. Dengan persiapan yang matang, perwakilan kontingen NTB menampilkan keseluruhan bahasa dan seni tiga bahasa dan suku besar di NTB.

Kegiatan dilanjutkan dengan acara penutupan. Nurfitrati RA dari SDN 1 Bolo, Kabupaten Bima, mewakili kontingen Provinsi NTB tampil membawakan puisi bahasa Mbojo yang menceritakan perjuangan seorang ibu dalam melahirkan dan membesarkan anak. Ia terpilih sebagai salah satu penampil yang membuka kegiatan penutupan. Selanjutnya, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo menyampaikan beberapa catatan selama pelaksanaan kegiatan. Pertama, pelaksanaan kegiatan telah sesuai dengan jadwal. Kedua, selama pelaksanaan kegiatan ada beberapa peserta dan pendamping yang sakit, tetapi sudah teratasi dengan baik oleh tim medis. Ketiga, pelaksanaan evaluasi kegiatan.

“Semoga semua peserta dan pendamping yang akan kembali ke daerahnya diberikan kesehatan. Evaluasi kegiatan sudah kami lakukan dan akan menjadi evaluasi kami bersama,” ucapnya saat memberikan laporan penutupan kegiatan di Hotel Sultan Jakarta.

Sebagai bentuk penghargaan kepada para peserta yang telah aktif menunjukkan pelestarian bahasa daerah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan peserta dari 19 Unit Pelaksana Teknis (UPT). Dalam hal ini, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara dikirim oleh Nurfitra RA dari SDN 1 Bolo, Kabupaten Bima. Piagam dianugerahi oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan didampingi Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra.

Selanjutnya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kembali mengukuhkan pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional Tahun 2023 ini. Ia menyampaikan bahwa kekayaan negeri ini luar biasa jika dilihat dari kebahasaan. Di sisi lain, kita bisa menjadi manusia multikultural. Bunda Bahasa Ibu, Franka Makariem, menyatakan bahwa jika kita memiliki kemampuan bahasa Ibu maka kemampuan kita dapat berkembang.

"Pagelaran hari ini 8 jam lebih tanpa henti. Pagelaran ini membuat saya terpukau dengan tampilan talenta-talenta baru yang menginspirasi kita semua. Kita disajikan dengan suguhan 72 bahasa daerah dari perwakilan 20 provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa kita sesungguhnya manusia-manusia yang literat. Oleh karena itu, pagelaran hari ini mengajarkan kita bahwa bagaimana pun kehebatan kita, ilmu kita masih sedikit. Untuk itu, kita harus terus belajar dan berkembang," ujarnya menuturkan penilaian selama pagelaran berlangsung.

Ia menambahkan bahwa selama pertunjukan berbagai bahasa daerah oleh para peserta, banyak peserta yang sebenarnya tidak saling mengerti bahasa daerah satu sama lain. Akan tetapi, apa yang telah ditampilkan membuat rasa persaudaraan antardaerah dapat terwujud dalam kebersamaan.

"Saya ucapkan selamat kepada para peserta. Pertunjukan yang telah ditampilkan totalitas. Dengan penuh kebahagiaan, para peserta menghilangkan rasa ketakutan dan tampil dengan kelegaan. Semua sudah sangat bagus. Ini adalah festival. Dalam festival, hal yang harus dirayakan adalah kebahagiaan dan kebersamaan, bukan Saya titip pesan untuk semua jajaran Badan Bahasa dan Balai/Kantor Bahasa untuk melanjutkan dan merawat program ini," pesan Kepala Badan Bahasa sekaligus menyampaikan apresiasi atas penampilan semua peserta.

Pada kegiatan ini, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas berkesempatan hadir memberikan dukungan untuk kontingen Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia mengapresiasi kesungguhan dan semangat para peserta yang telah menunjukkan kreativitas bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Kegiatan diakhiri dengan pernyataan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. “Berbahasa daerah itu bukan kampungan, tetapi bahasa daerah itu keren,” tutup Aminudin Aziz menekankan semangat penggunaan bahasa daerah.