Langkah Proaktif Kantor Bahasa: Survei Kelayakan Kamus Terpadu di Sekolah Lombok Timur
Lombok Timur, 28 Mei 2024--Survei Kelayakan dan Kebermanfaatan Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Bahasa Indonesia-Bahasa Isyarat-Aksara Braille kembali dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Survei kali ini menyasar lokus di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di SMPN 1 Terara, SMAN 1 Terara, dan SLBN 1 Lombok Timur.
Dari tiga sekolah yang menjadi sasaran, terkumpul total 75 responden, 25 responden dari masing-masing sekolah. Rincian responden teridiri atas 60 siswa dan 15 guru. Sebelum survei dimulai, Tim Efektif Kamus Terpadu menjelaskan terlebih dahulu tujuan diadakannya survei ini dan tata cara pengisan kuesioner. Survei Kelayakan dan Kebermanfaatan Kamus Terpadu perlu dilakukan untuk mengukur kelayakan, kebermanfaatan, dan kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Barat akan keberadaan Kamus Terpadu.
Survei yang dilakukan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat sambutan hangat dari sekolah ketiga. “Kami senang atas inisiatif Kantor Bahasa. Kamus Terpadu ini nantinya akan sangat berguna bagi kami yang ingin belajar bahasa daerah ataupun bahasa isyarat,” tutur H. Nasar, Kepala SMPN 1 Terara.
Para guru di SLBN 1 Lombok Timur juga mendukung langkah Kantor Bahasa dalam menciptakan Kamus Terpadu. Anak-anak penyandang disabilitas akan terbantu dengan kamus ini. Para guru pun akan mendapatkan amunisi tambahan saat mengajar anak-anak penyandang disabilitas.